Morocco Tanpa Saibari Hadapi Prancis: Pelatih Ogah Kejutan, Target Juara Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Striker andalan Maroko, Ismael Saibari, dipastikan absen di perempat final Piala Dunia 2026 melawan Prancis karena cedera hamstring.
- Pelatih Mohamed Ouahbi menegaskan timnya tidak akan mengubah strategi dan siap bersaing ketat dengan Prancis yang diunggulkan.
- Ouahbi menolak anggapan bahwa lolos ke perempat final sudah prestasi besar; target Maroko adalah menjadi juara dunia.

Maroko harus menghadapi Prancis di perempat final Piala Dunia 2026 tanpa striker tajamnya, Ismael Saibari, yang mengalami cedera hamstring saat laga melawan Kanada. Meski kehilangan pemain kunci, pelatih Mohamed Ouahbi menegaskan timnya tidak akan mengubah pendekatan dan siap memberikan perlawanan sengit.
Saibari, yang mencetak gol di setiap pertandingan grup dan menjadi penentu kemenangan lewat penalti melawan Belanda, dipastikan absen pada laga Kamis (9/7) waktu setempat. โDia belum siap, tapi saya harap ini bukan akhir turnamen baginya,โ ujar Ouahbi dalam konferensi pers di Foxborough, Massachusetts, Rabu (8/7).
Ketidakhadiran Saibari menjadi pukulan telak bagi Maroko. Pemain berusia 24 tahun itu merupakan mesin gol utama tim, dengan torehan tiga gol di fase grup dan satu penalti krusial di babak 16 besar. Tanpa dirinya, lini depan Maroko kehilangan daya gedor yang selama ini menjadi andalan.
Namun, Ouahbi menolak berspekulasi soal perubahan taktik. โTidak akan ada kejutan. Saya bukan orang yang suka kejutan. Siapa pun yang menganalisis permainan kami tahu kami punya cara bermain yang jelas,โ tegasnya. Ia menekankan bahwa kunci pertandingan adalah memanfaatkan penguasaan bola dan bersabar mencari celah di sisi sayap maupun tengah.
Pertemuan ini mengingatkan pada semifinal Piala Dunia 2022 di Qatar, di mana Prancis mengalahkan Maroko. Namun, Ouahbi menilai setiap pertandingan memiliki konteks berbeda. โTim kami sekarang berbeda, begitu juga Prancis. Keduanya lebih baik dari empat tahun lalu. Itu wajar karena kami bekerja keras,โ katanya.
Ouahbi juga menepis anggapan bahwa pencapaian Maroko sejauh ini sudah luar biasa. โKami tidak akan mendengarkan orang yang bilang โoh, hebat apa yang kalian lakukanโ. Prancis mungkin favorit, tapi kami akan melakukan segalanya untuk menang. Berada di tahap ini bukan bonus. Bonusnya adalah memenangkan Piala Dunia,โ ujarnya dengan tegas.
Bagi Indonesia, perjalanan Maroko menjadi inspirasi sekaligus pelajaran. Tim asal Afrika itu membuktikan bahwa dengan kerja keras dan strategi yang matang, tim non-unggulan bisa bersaing di level tertinggi. Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, tentu bisa memetik pelajaran dari kegigihan Maroko dalam menghadapi lawan yang lebih diunggulkan.
Pertandingan Maroko vs Prancis akan menjadi ujian sejati bagi ambisi Maroko. Bisakah mereka mengulangi kejutan seperti saat mengalahkan Belgia dan Spanyol di Piala Dunia 2022? Ataukah Prancis akan kembali menunjukkan dominasinya? Jawabannya akan terungkap di lapangan hijau Foxborough.



