Messi Akhirnya Hadapi Inggris: Duel Bersejarah di Semifinal Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Lionel Messi akan menjalani laga pertamanya melawan Inggris setelah lebih dari 200 penampilan bersama Argentina.
- Pertemuan ini terjadi di semifinal Piala Dunia, mempertegas rivalitas klasik kedua negara yang terakhir bertemu 21 tahun lalu.
- Para analis menilai Messi tetap menjadi ancaman utama meski kontribusi defensifnya minim, berkat aura dan keputusan tepat di momen krusial.

Lionel Messi akhirnya akan merasakan sensasi berlaga melawan Inggris. Megabintang Argentina itu belum pernah sekalipun berhadapan dengan The Three Lions sepanjang karier internasionalnya, meski telah mencatatkan lebih dari 200 penampilan dan 125 gol untuk timnas. Pertemuan pertama itu akan terjadi di semifinal Piala Dunia, Rabu (20:00 BST) di Atlanta, disiarkan langsung BBC One dan iPlayer.
Peluang Messi untuk menghadapi Inggris sempat terancam saat Argentina nyaris tersingkir oleh Swiss di perempat final. Namun, juara bertahan itu akhirnya menang 3-1 setelah perpanjangan waktu. Messi sendiri gagal mencetak gol untuk pertama kalinya di turnamen ini, tetapi ia masih memimpin perburuan Sepatu Emas bersama Kylian Mbappe dengan delapan gol, sekaligus menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
Rivalitas Argentina vs Inggris sudah melegenda, mulai dari gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona di perempat final 1986 hingga kartu merah David Beckham di Saint-Etienne 1998. Namun, kedua tim terakhir bertemu hampir 21 tahun lalu, tepatnya pada November 2005 di Jenewa. Saat itu Messi baru saja debut di tim senior, tetapi tidak bisa bermain karena menjalani skorsing akibat kartu merah 30 detik setelah masuk sebagai pemain pengganti di laga debutnya melawan Hungaria. Tanpa Messi, Argentina sempat unggul dua kali sebelum Michael Owen mencetak dua gol dramatis untuk membawa Inggris menang 3-2.
Messi kini berusia 39 tahun dan tetap menjadi pusat perhatian. Mantan pemain Inggris, Micah Richards, memuji kejeniusan Messi. "Inggris bisa berlari lebih cepat, tetapi Argentina punya Messi. Semua pemain bermain untuknya. Semua orang harus bersemangat," ujarnya. Richards menambahkan bahwa Messi sulit dikawal karena pergerakannya yang tidak terduga dan kemampuannya muncul di momen yang tepat. "Yang paling penting, dia punya kepribadian dan aura, sama seperti Jude Bellingham. Tapi aura Messi berada di level lain," katanya.
Namun, tidak semua pihak menganggap Messi sebagai ancaman tanpa cela. Mantan striker Inggris, Wayne Rooney, menilai Messi bisa menjadi kelemahan defensif bagi Argentina. "Dia tidak berlari mundur, tapi dia punya momen-momen besar seperti Jude Bellingham. Hal terpenting adalah konsentrasi dan komunikasi saat menjaganya," kata Rooney. Sementara itu, pakar sepak bola Amerika Selatan, Tim Vickery, menyebut pertandingan ini adalah semifinal yang diinginkan Argentina. "Messi tidak bisa mengakhiri karier internasionalnya tanpa melawan tim yang dianggap sebagai rival terbesar oleh fans Argentina," ujarnya. Ia menambahkan bahwa para suporter Argentina sudah bernyanyi "siapa yang tidak melompat adalah orang Inggris" dan akan semakin keras pada laga nanti.
Bagi publik Indonesia, duel ini menjadi tontonan kelas dunia yang langka. Rivalitas Argentina-Inggris selalu menyajikan drama, dan kehadiran Messi menambah bumbu tersendiri. Apakah Messi akhirnya bisa membobol gawang Inggris, atau justru The Three Lions yang mampu meredam sang legenda? Semua akan terjawab di Atlanta.



