Berkat Koneksi Ibu Pelatih, Turnamen Tenis Meja 'Piala Ai Fukuhara' Digelar di Jepang
Baca dalam 60 detik
- Mantan atlet Olimpiade Ai Fukuhara akan memiliki turnamen tenis meja yang menggunakan namanya, diselenggarakan di Kota Ichikawa, Jepang, pada Maret 2027.
- Turnamen ini lahir dari hubungan personal: ibu pemilik klub tempat Fukuhara pernah menjadi instruktur merupakan mantan pelatihnya.
- Ajang ini diharapkan menjadi batu loncatan bagi bibit muda Jepang, sekaligus memperkuat popularitas tenis meja di kalangan amatir.

Mantan peraih medali perak Olimpiade asal Jepang, Ai Fukuhara (37), akan memiliki turnamen tenis meja yang dinamai sesuai namanya. Ajang bertajuk "Piala Ai Fukuhara" ini dijadwalkan bergulir pada Maret 2027 di Kota Ichikawa, Prefektur Chiba, dan menjadi yang pertama dalam kariernya setelah pensiun.
Turnamen yang digelar oleh Persatuan Tenis Meja Kota Ichikawa ini merupakan hasil kerja sama dengan klub lokal FSC, tempat Fukuhara pernah menjadi instruktur. Koneksi itu terjalin berkat sosok Nakamoto Yoichi, pemilik klub FSC, yang ibunya adalah mantan juara tenis meja asal China dan pernah melatih Fukuhara saat masih aktif. Pada Mei tahun lalu, Fukuhara diundang sebagai pelatih tamu di klub tersebut, yang kemudian memicu ide untuk menyelenggarakan kompetisi yang lebih besar.
Menurut rencana, turnamen akan berlangsung pada 6 Maret 2027 di Kokufudai Civic Gymnasium, Ichikawa. Panitia menargetkan 180 pasangan peserta dari 13 kategori, mulai dari pelajar sekolah dasar hingga kelompok usia dewasa. Peserta tidak dibatasi hanya dari dalam kota; pendaftaran terbuka untuk umum. Hal ini menunjukkan ambisi penyelenggara untuk menjadikan ajang ini sebagai agenda tahunan yang inklusif.
Fukuhara sendiri mengaku merasa canggung sekaligus antusias dengan penyematan namanya pada turnamen. "Ini pertama kalinya nama saya digunakan untuk sebuah kejuaraan. Rasanya memalukan, tapi saya sangat menantikannya. Saya berharap turnamen ini bisa menjadi ajang yang menyenangkan dan membuat orang merasa bahwa tenis meja itu seru," ujarnya saat bertemu dengan Wali Kota Ichikawa, Tanaka Ko, pada 8 Juli 2026. Ia juga berharap turnamen ini bisa melahirkan pemain-pemain junior berbakat di masa depan.
Bagi Indonesia, kabar ini bisa menjadi inspirasi bagi pengembangan olahraga tenis meja di tingkat akar rumput. Di Indonesia, tenis meja masih kurang populer dibandingkan bulu tangkis, namun memiliki potensi besar. Keberadaan turnamen seperti ini menunjukkan bagaimana seorang atlet legendaris bisa mendorong partisipasi masyarakat dan regenerasi atlet. Jika Indonesia memiliki figur serupa, bukan tidak mungkin turnamen serupa bisa digelar untuk mempopulerkan olahraga ini.
Ke depannya, pertanyaan yang muncul adalah apakah turnamen ini akan mampu bertahan dan berkembang menjadi agenda bergengsi di kalender tenis meja Jepang. Dengan dukungan pemerintah kota dan antusiasme Fukuhara, peluang itu terbuka lebar. Namun, tantangan terbesar adalah menjaga konsistensi partisipasi dan kualitas kompetisi dari tahun ke tahun.



