Arsenal Siapkan Dana Besar demi Morgan Rogers: Suksesor Trossard dengan Harga Selangit
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mencapai kesepakatan personal dengan Morgan Rogers, meski Aston Villa membanderolnya £130 juta.
- Leandro Trossard akan hengkang ke Besiktas dengan biaya £17 juta, membuka celah di lini serang The Gunners.
- Rogers, 23 tahun, dinilai sebagai peningkatan potensial berkat kemampuan dribel dan produktivitas gol/assist.

Arsenal kian serius memburu Morgan Rogers sebagai suksesor Leandro Trossard yang akan segera pindah ke Besiktas. Klub asal London utara itu dikabarkan telah mencapai titik terang dalam negosiasi personal dengan pemain Aston Villa berusia 23 tahun tersebut, meski harus berhadapan dengan banderol selangit mencapai £130 juta.
Kepergian Trossard ke Turki dengan nilai transfer £17 juta menandai akhir dari era empat setengah tahun sang pemain Belgia di Emirates. Meski tidak lagi muda—31 tahun—Trossard meninggalkan warisan sebagai pemain penentu di momen krusial. Sejak debutnya, hanya Mikel Merino dan Gabriel Magalhães yang mencetak lebih banyak gol pengubah keadaan (pembuka, penyama, atau penentu kemenangan) di Premier League. Kehilangan 'gen clutch' ini menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen Arsenal yang kini dipimpin Andrea Berta.
Morgan Rogers, yang pernah meraih penghargaan Pemain Muda Terbaik versi PFA, menjadi prioritas utama. Fabrizio Romano mengonfirmasi bahwa Arsenal sudah dekat dengan kesepakatan personal bersama pemain yang juga bisa beroperasi sebagai gelandang serang atau sayap kiri itu. "Arsenal akan merekrut winger penting di bursa ini. Nama utama yang mereka incar tetap Morgan Rogers," ujar Romano melalui kanal YouTube-nya. Namun, Aston Villa tak akan melepasnya dengan mudah. Mereka memasang harga awal £130 juta, meski negosiasi masih mungkin terjadi.
Sebagai alternatif, Arsenal juga memantau Bradley Barcola dari PSG yang dibanderol £116 juta. Namun, Rogers tetap menjadi target utama karena profilnya yang lebih cocok dengan kebutuhan taktik Mikel Arteta. Dalam dua musim terakhir, Rogers mencatatkan 28 gol dan 28 assist di semua kompetisi—sebuah produktivitas yang sebanding dengan musim terbaik Trossard (17 gol pada 2023/24). Lebih dari sekadar angka, Rogers dikenal sebagai penggiring bola eksplosif yang mampu membawa tim naik ke area lawan dengan cepat.
Perbandingan statistik antara Trossard (musim puncak 2023/24) dan Rogers (musim terbaik) menunjukkan tidak banyak perbedaan signifikan. Trossard lebih subur dalam periode panjang dan lebih banyak melepaskan tembakan, namun Rogers unggul dalam hal dribel dan membawa bola. Arteta menginginkan pemain yang bisa menjadi 'maverick' di lapangan—sesuatu yang selama ini menjadi ciri khas Trossard. Pertanyaan besarnya: dapatkah Rogers mereplikasi 'gen clutch' yang membuat Trossard begitu berharga di momen-momen besar?
Bagi penggemar Arsenal di Indonesia, saga transfer ini menarik dicermati karena menunjukkan ambisi klub untuk tetap kompetitif di papan atas. Dengan potensi investasi lebih dari £100 juta, Arsenal tidak hanya mencari pengganti, tetapi juga peningkatan jangka panjang. Jika Rogers berhasil beradaptasi, ia bisa menjadi bintang baru yang membawa The Gunners ke level berikutnya. Namun, dengan harga semahal itu, tekanan untuk tampil konsisten akan sangat besar. Mampukah ia mengikuti jejak Trossard sebagai pahlawan di momen-momen krusial?



