Manchester United Gagal Dapat Tchouameni, Beralih ke Remaja Kolombia Berjuluk 'Casemiro Baru'
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengalihkan fokus dari Aurelien Tchouameni yang memperpanjang kontrak di Real Madrid hingga 2031.
- Setan Merah telah mengamankan jasa gelandang remaja Kolombia, Cristian Orozco, dengan biaya sekitar ยฃ850 ribu.
- Orozco, yang disebut sebagai 'Casemiro baru', diharapkan menjadi proyek jangka panjang di bawah asuhan Michael Carrick.

Manchester United kembali gagal mendatangkan gelandang incaran utama mereka setelah Aurelien Tchouameni memutuskan memperpanjang kontrak di Real Madrid hingga 2031. Kekalahan dalam perburuan pemain Prancis itu memaksa manajemen klub untuk mengubah strategi, dari memburu bintang mahal menjadi mengandalkan talenta muda yang lebih terjangkau.
Kegagalan mendatangkan Tchouameni bukanlah yang pertama bagi United. Sebelumnya, mereka juga kehilangan Elliot Anderson dan Mateus Fernandes ke klub lain. Situasi ini mengingatkan pada saga transfer Frenkie de Jong pada musim panas 2022, yang berakhir dengan kegagalan meski sudah mencapai kesepakatan dengan Barcelona. Saat itu, United akhirnya membeli Casemiro seharga ยฃ70 juta sebagai solusi dadakan.
Kini, dengan Tchouameni yang tetap setia di Santiago Bernabeu, United dipaksa mencari alternatif. Target utama mereka saat ini adalah dua rekan senegara Casemiro: Andrey Santos dari Chelsea dengan nilai transfer ยฃ50 juta, dan Ederson. Namun, yang menarik perhatian adalah langkah berani klub merekrut gelandang remaja Kolombia, Cristian Orozco.
Orozco telah menjalani tes medis di Manchester dan dijadwalkan menandatangani kontrak dalam waktu dekat. Meski minim pengalaman di level senior, potensinya diakui oleh sejumlah pengamat. Seorang pemandu bakat bahkan menyebutnya sebagai "Casemiro baru" karena kemampuannya bermain sebagai gelandang bertahan. Di Piala Dunia U-17 tahun lalu, ia mencatat rata-rata tiga tekel dan intersepsi per pertandingan, serta enam bola kembaliโangka yang sebanding dengan catatan Tchouameni di Piala Dunia senior.
Keputusan United merekrut pemain muda seperti Orozco menunjukkan perubahan pendekatan di bawah kepemimpinan INEOS. Klub sebelumnya kerap melewatkan bakat muda yang kemudian dibeli dengan harga mahal, seperti Benjamin Sesko yang kini bernilai ยฃ74 juta setelah ditolak saat harganya hanya ยฃ2,5 juta. Dengan mendatangkan Orozco, United berharap bisa memutus siklus tersebut dan membangun generasi baru dari akademi.
Bagi penggemar sepak bola di Indonesia, langkah ini bisa menjadi pelajaran berharga. Klub-klub Liga 1 sering kali terjebak dalam perburuan pemain asing mahal tanpa memberikan kesempatan pada pemain muda lokal. Strategi United yang berani mengambil risiko pada remaja berpotensi tinggi patut dicontoh, terutama dalam mengelola anggaran transfer yang terbatas.
Michael Carrick, yang kini menangani pengembangan pemain muda di United, diyakini menjadi figur tepat untuk membimbing Orozco. Pengalaman Carrick sebagai gelandang kelas dunia bisa menjadi aset berharga bagi perkembangan sang remaja. Namun, Orozco masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan sepak bola Inggris. Pertanyaan besarnya: apakah United akan bersabar menunggunya matang, atau justru meminjamkannya ke klub lain untuk mendapatkan menit bermain?



