Pangeran dan Ratu Ucapkan Selamat: Petenis Inggris Tembus Semifinal Wimbledon
Baca dalam 60 detik
- Arthur Fery menjadi wildcard pertama dalam 25 tahun yang mencapai semifinal tunggal putra Wimbledon.
- Catherine, Princess of Wales dan Ratu Camilla memberikan ucapan selamat secara langsung dan melalui media sosial.
- Fery akan menghadapi unggulan kedua Alexander Zverev pada semifinal, dengan impian bermain di final pada hari ulang tahunnya.

Petenis Inggris Arthur Fery mencatat sejarah di Wimbledon setelah mengalahkan unggulan kesembilan asal Italia, Flavio Cobolli, di Centre Court, Rabu (08.07.26). Kemenangan ini mengantarkannya ke semifinal tunggal putra, sebuah pencapaian yang langsung mendapat sambutan hangat dari Kerajaan Inggris dan Perdana Menteri.
Catherine, Princess of Wales, yang dikenal sebagai penggemar tenis dan pelindung All England Club, menyebut pencapaian Fery sebagai “fantastic achievement” melalui akun media sosial X. Ia menulis, “Hari yang tak terlupakan di Wimbledon. Selamat kepada Arthur Fery karena menjadi wildcard Inggris pertama yang mencapai semifinal tunggal putra di Era Terbuka, sebuah prestasi luar biasa yang menginspirasi banyak orang.”
Tak hanya Catherine, Perdana Menteri Inggris Keir Starmer juga turut memberi ucapan selamat. Dalam unggahannya di X, ia memuji perjalanan Fery dari wildcard menjadi semifinalis Wimbledon. “Momen yang luar biasa untuk Arthur Fery. Dari wildcard ke semifinalis Wimbledon, penampilan brilian di panggung terbesar. Semoga sukses di pertandingan berikutnya!” tulis Starmer.
Ratu Camilla yang menyaksikan pertandingan dari Royal Box terlihat bertepuk tangan meriah saat Fery memastikan kemenangan. Usai laga, Camilla menunggu Fery di lorong untuk memberikan ucapan selamat secara langsung. “Dia menunggu saya di akhir pertandingan. Dia mengucapkan selamat dan mengatakan teruslah berjuang. Saya bilang ini suatu kehormatan bermain di hadapannya,” ungkap Fery.
Fery, yang akan merayakan ulang tahun ke-24 pada hari final, mengaku belum pernah berada di posisi ini sebelumnya. “Saya tidak tahu bagaimana mempersiapkannya karena belum pernah mengalami. Saya hanya akan terus bermain seperti 10 hari terakhir dan melihat ke mana arahnya,” ujarnya. Pertandingan semifinal melawan Zverev dijadwalkan Jumat (10.07.26).
Bagi penggemar tenis Indonesia, kisah Fery menjadi pengingat bahwa wildcard—tiket undangan bagi pemain non-unggulan—bisa menjadi batu loncatan menuju panggung terbesar. Di Indonesia, sistem wildcard masih jarang diterapkan di turnamen internasional, namun prestasi Fery bisa menjadi inspirasi bagi petenis muda Tanah Air untuk terus berjuang meski tanpa status unggulan.
Akankah Fery mampu melanjutkan keajaibannya dan menjadi petenis Inggris pertama yang memenangkan Wimbledon sejak Andy Murray pada 2016? Atau justru Zverev yang akan menghentikan lajunya? Semua akan terjawab di semifinal nanti.



