PM Inggris Sinyalkan Libur Nasional Jika Timnas Juara Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- Perdana Menteri Keir Starmer memberi isyarat akan menetapkan hari libur nasional tambahan jika Inggris menjuarai Piala Dunia.
- Laga perempat final melawan Norwegia akan dimainkan akhir pekan ini, dengan final dijadwalkan pada 19 Juli.
- Kebijakan ini berpotensi memengaruhi transisi kepemimpinan, karena Starmer diperkirakan akan mundur sehari setelah final.

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer memberikan sinyal kuat bahwa pemerintah akan menetapkan hari libur nasional tambahan jika timnas Inggris berhasil menjuarai Piala Dunia. Pernyataan ini muncul menjelang laga perempat final yang akan dihadapi skuad asuhan Thomas Tuchel melawan Norwegia pada Sabtu malam waktu setempat.
Dalam sebuah wawancara, Starmer mengaku enggan berbicara terlalu dini soal kemungkinan tersebut. "Saya tidak ingin membawa sial, tapi tanyakan lagi jika kami sudah sampai di final," ujarnya. Meski demikian, sumber internal pemerintah menyebutkan bahwa hari libur tambahan akan jatuh pada Jumat, 24 Juli, sehari setelah final yang dijadwalkan pada 19 Juli.
Rencana ini tidak hanya berdampak pada warga Inggris yang berpotensi menikmati akhir pekan panjang, tetapi juga memengaruhi agenda politik dalam negeri. Starmer diperkirakan akan mengundurkan diri sebagai perdana menteri pada hari Senin setelah final, digantikan oleh Andy Burnham. Jika Inggris melaju ke final, kehadiran Starmer di stadion bisa menunda proses serah terima kekuasaan.
Bagi pengamat politik, langkah ini dinilai sebagai strategi populis untuk meningkatkan popularitas pemerintah di tengah tekanan ekonomi. Namun, tantangan terbesar tentu saja berada di lapangan hijau: Inggris harus melewati tiga laga berat—perempat final, semifinal, dan final—sebelum wacana libur nasional bisa terwujud. Tuchel, yang baru mengambil alih timnas, dihadapkan pada ujian besar melawan Norwegia yang diperkuat sejumlah pemain bintang.
Di Indonesia, kabar ini menjadi perbincangan hangat di kalangan penggemar sepak bola Tanah Air. Meski tidak berdampak langsung, kebijakan serupa pernah diterapkan di beberapa negara Asia saat timnas mereka berprestasi. Pengamat kebijakan publik menilai bahwa momen olahraga sering digunakan pemerintah untuk membangun kohesi sosial, meski efektivitasnya dalam jangka panjang masih diperdebatkan.
Ke depan, publik akan menantikan apakah Starmer benar-benar merealisasikan janji tersebut. Jika Inggris berhasil melaju hingga final, pertanyaan soal kelayakan anggaran dan dampak ekonomi dari hari libur tambahan akan kembali mengemuka. Akankah euforia sepak bola mampu mengalihkan perhatian dari isu-isu domestik yang mendesak?



