Puing Boeing 737 Ditemukan di Lepas Pantai Pakistan, Lima Kru Hilang
Baca dalam 60 detik
- Puing pesawat kargo Boeing 737 yang hilang kontak sejak Selasa malam telah ditemukan di perairan selatan Ormara, Pakistan.
- Pesawat yang dioperasikan K2 Airways itu dilaporkan mengalami masalah sistem navigasi sebelum turun drastis dan putus kontak.
- Operasi pencarian masih berlangsung untuk menemukan lima awak yang belum diketahui nasibnya, mengingatkan pada insiden penerbangan domestik Pakistan tahun 2020.

Otoritas penerbangan Pakistan mengonfirmasi bahwa puing-puing Boeing 737 yang hilang kontak sejak Selasa malam telah ditemukan di perairan Laut Arab, namun lima awak pesawat masih belum ditemukan. Pesawat kargo milik K2 Airways itu dilaporkan mengalami masalah teknis sebelum akhirnya jatuh dan memicu operasi pencarian besar-besaran.
Pesawat tersebut lepas landas dari Karachi, kota pelabuhan di selatan Pakistan, menuju Sharjah, Uni Emirat Arab, pada Selasa (25/2) sekitar pukul 21.21 waktu setempat. Tak lama setelah lepas landas, pesawat melaporkan gangguan pada sistem navigasi, lalu menukik tajam dan kehilangan kontak dengan pengatur lalu lintas udara. Otoritas Bandara Pakistan segera mengerahkan aset udara dan laut untuk mencari pesawat yang membawa lima kru itu.
Setelah 12 jam pencarian, puing-puing pesawat ditemukan di titik sekitar 53 mil laut selatan Ormara, sebuah kota pelabuhan di pesisir Laut Arab. Ormara berjarak sekitar 360 kilometer di barat Karachi, rute yang biasa dilalui penerbangan kargo menuju Timur Tengah. Meski puing sudah ditemukan, nasib lima awak masih belum diketahui dan upaya pencarian terus dilakukan.
Kecelakaan ini menjadi pengingat akan catatan keselamatan penerbangan Pakistan yang sempat tercoreng insiden besar pada 2020. Saat itu, pesawat Pakistan International Airlines (PIA) jatuh saat mendekati bandara Karachi, menewaskan 97 dari 99 penumpang dan kru. Meski insiden terbaru melibatkan pesawat kargo, bukan penumpang, tetap menimbulkan kekhawatiran akan pengawasan teknis dan prosedur darurat di negara tersebut.
Bagi Indonesia, insiden ini relevan mengingat banyaknya maskapai kargo nasional yang melayani rute serupa ke Timur Tengah, seperti Garuda Cargo atau My Indo Airlines. Pengawasan terhadap pesawat tuaโBoeing 737 varian awal masih banyak beroperasi di Asiaโmenjadi sorotan. Otoritas penerbangan Indonesia, melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, diharapkan memperketat inspeksi rutin, terutama pada sistem navigasi dan komunikasi pesawat kargo yang kerkadang beroperasi di luar jam sibuk.
Menurut analis penerbangan, insiden berulang di Pakistan menunjukkan perlunya audit keselamatan yang lebih ketat oleh otoritas setempat, termasuk evaluasi terhadap maskapai kargo yang mungkin memiliki standar perawatan berbeda dari maskapai penumpang. Sementara itu, keluarga kru masih menanti kabar, dan tim penyelamat terus menyisir perairan untuk menemukan korban. Pertanyaan besar masih menggantung: apakah kegagalan navigasi murni teknis, atau ada faktor lain yang mempercepat jatuhnya pesawat?



