Inter Milan Naikkan Tawaran untuk Anan Khalaili, Como Setuju Tak Ikut Perang Harga
Baca dalam 60 detik
- Inter Milan mengajukan tawaran baru €23 juta plus bonus untuk Anan Khalaili setelah bid awal €20 juta ditolak Union Saint-Gilloise.
- Klub asal Israel itu sudah sepakat personal dengan Inter untuk kontrak lima tahun senilai €1,7 juta per musim.
- Como dilaporkan setuju untuk tidak terlibat perang harga dengan Inter demi Khalaili atau bek Chelsea Trevoh Chalobah.

Inter Milan kembali mengintensifkan perburuan bek sayap muda Anan Khalaili dengan mengajukan proposal baru senilai €23 juta ditambah bonus performa, setelah tawaran awal €20 juta ditolak Union Saint-Gilloise. Langkah ini menunjukkan keseriusan Nerazzurri dalam memperkuat sektor kanan pertahanan mereka pada bursa transfer musim panas ini.
Pemain timnas Israel berusia 21 tahun itu telah menyetujui persyaratan pribadi untuk kontrak lima tahun senilai €1,7 juta per musim. Namun, negosiasi dengan klubnya asal Belgia itu masih menemui jalan terjal. Manajemen USG mematok harga €30 juta untuk Khalaili, yang musim lalu tampil impresif dengan enam gol dan enam assist dalam 52 pertandingan kompetitif.
Menurut pakar transfer Sky Sport Italia, Gianluca Di Marzio, Inter mengajukan tawaran baru tersebut setelah putaran pertama negosiasi gagal. Meski belum diketahui apakah nominal itu akan cukup, Inter mendapat angin segar dari laporan Gazzetta dello Sport yang menyebut Como telah sepakat untuk tidak terlibat perang harga dengan Inter atas Khalaili atau bek Chelsea Trevoh Chalobah.
Inter sebenarnya memiliki beberapa alternatif untuk posisi bek kanan, termasuk Guela Doué yang bermain untuk Strasbourg. Namun, Khalaili menjadi prioritas setelah Inter gagal mendapatkan Marco Palestra yang direbut Chelsea. Pemain asal Israel itu sebelumnya juga dekat dengan Napoli, tetapi klub asal kota Naples itu belum bisa melakukan pembelian baru sebelum menjual pemain.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Inter di bursa transfer ini menarik untuk dicermati. Klub-klub Italia kini semakin agresif merekrut pemain muda berbakat dari liga-liga Eropa non-elite, seperti yang dilakukan Inter terhadap Khalaili. Strategi ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia untuk lebih berani memburu talenta dari kompetisi yang kurang terekspos, namun memiliki potensi besar.
Ke depan, Inter harus memutuskan apakah akan menaikkan tawaran lagi atau beralih ke target lain. Dengan Como yang sudah mundur, posisi tawar Inter sedikit lebih kuat. Namun, USG tampaknya tidak akan mudah melepas aset berharganya. Akankah Inter akhirnya memenuhi permintaan €30 juta, atau justru mencari opsi lain seperti Guela Doué? Keputusan ini akan menentukan seberapa kompetitif skuad Simone Inzaghi musim depan.



