Ruben Amorim Resmi Latih AC Milan Enam Bulan Usai Dipecat Manchester United
Baca dalam 60 detik
- Ruben Amorim diperkenalkan sebagai pelatih baru AC Milan dalam konferensi pers, hanya enam bulan setelah didepak Manchester United.
- Pelatih asal Portugal itu diharapkan membawa filosofi baru ke San Siro setelah kegagalan di Old Trafford.
- Kedatangan Amorim menjadi ujian besar bagi ambisi Milan kembali ke papan atas Serie A dan Eropa.

Ruben Amorim resmi memulai babak baru karier kepelatihannya di AC Milan, hanya enam bulan setelah didepak Manchester United. Pelatih asal Portugal itu diperkenalkan dalam konferensi pers perdananya di San Siro, Selasa (10/6/2025), dengan membawa misi membangkitkan kembali kejayaan Rossoneri.
Amorim, yang sebelumnya menangani Sporting Lisbon sebelum pindah ke Manchester United pada November 2024, harus menerima kenyataan pahit setelah hanya bertahan enam bulan di Old Trafford. Kini, ia mendapat kesempatan kedua di salah satu klub terbesar Italia. โSaya datang dengan semangat baru dan keyakinan bahwa Milan memiliki fondasi yang kuat untuk bersaing,โ ujar Amorim dalam sesi perkenalan yang disiarkan langsung.
Keputusan Milan menunjuk Amorim mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, rekam jejaknya di Manchester United terbilang buruk: hanya meraih 8 kemenangan dari 20 pertandingan liga. Namun, manajemen Milan menilai pengalaman Amorim di Sporting Lisbon โ di mana ia memenangkan dua gelar Primeira Liga โ sebagai bukti kemampuannya membangun tim dari bawah. โKami tidak melihat kegagalannya di Inggris, melainkan kesuksesannya di Portugal,โ kata direktur teknik Milan, Geoffrey Moncada, dalam kesempatan terpisah.
Bagi sepak bola Indonesia, pergerakan pelatih sekelas Amorim menjadi sorotan. Banyak pengamat tanah air menilai bahwa kepelatihan Eropa semakin kompetitif, di mana pelatih yang gagal di satu klub besar bisa langsung direkrut klub besar lainnya. โIni menunjukkan bahwa siklus hidup pelatih top sangat pendek. Kegagalan bukan akhir, asalkan ada bukti prestasi sebelumnya,โ kata analis sepak bola Indonesia, Bung Ropan, saat dihubungi. Fenomena ini juga relevan dengan perkembangan Liga 1 yang mulai banyak mendatangkan pelatih asing.
Amorim mengakui bahwa tekanan di Milan tidak akan ringan. Ia harus segera membangun kembali kepercayaan publik yang sempat goyah setelah musim lalu Milan hanya finis di peringkat kelima Serie A. โSaya tahu ekspektasi tinggi. Tapi saya tidak takut. Saya sudah merasakan tekanan di Manchester dan Lisbon,โ tegasnya. Ia juga mengisyaratkan akan menerapkan gaya pressing tinggi dan penguasaan bola yang menjadi ciri khasnya di Sporting.
Pertanyaan besar kini mengemuka: mampukah Amorim membawa Milan kembali ke papan atas Eropa? Ataukah ini hanya pengulangan kisah kegagalan di Manchester? Dengan jendela transfer musim panas yang baru dibuka, jawabannya akan mulai terlihat dalam beberapa bulan ke depan.



