Perempat Final Piala Dunia: Duel Haaland vs Kane dan Balas Dendam Maroko
Baca dalam 60 detik
- Enam wakil Eropa, satu Afrika, dan satu Amerika Selatan bersaing di perempat final Piala Dunia 2026 yang dimulai Kamis.
- Duel tajam antara Erling Haaland (Norwegia) dan Harry Kane (Inggris) menjadi sorotan, dengan keduanya bersaing ketat untuk Sepatu Emas.
- Maroko, yang tampil perkasa sejak Piala Afrika, berpeluang membalas kekalahan semifinal 2022 saat berjumpa Prancis.

Babak perempat final Piala Dunia 2026 menyajikan laga-laga yang sarat gengsi dan cerita. Enam negara Eropa, satu dari Afrika, dan satu dari Amerika Selatan akan bertarung dalam empat pertandingan mulai Kamis, dengan tiga di antaranya kick-off pada jam yang ramah penonton.
Laga pertama mempertemukan Prancis, runner-up 2022, melawan Maroko yang kini menjelma menjadi kekuatan baru. Jika empat tahun lalu kehadiran Maroko di semifinal dianggap kejutan, kali ini mereka datang sebagai juara bertahan Piala Afrika—meski masih menunggu banding Senegal atas final kontroversial Januari lalu. Hanya empat pemain yang tersisa dari skuad yang kalah dari Prancis di Qatar, menunjukkan regenerasi cepat yang dijalani tim asuhan Walid Regragui. Di kubu lawan, hanya tiga pemain yang menjadi starter saat mengalahkan Paraguay pada babak 16 besar masih bertahan dari semifinal 2022. Kemunculan bek tengah William Saliba dan gelandang kreatif Michael Olise menjadi napas baru bagi skuad Didier Deschamps. Kylian Mbappe tetap menjadi ujung tombak, memburu rekor top skor sepanjang masa Piala Dunia yang kini dipegang Lionel Messi.
Pertandingan kedua mempertemukan Spanyol yang tangguh di lini belakang melawan Belgia yang produktif. La Roja belum kebobolan satu gol pun di turnamen ini, dengan rata-rata expected goals against hanya 0,3—terendah sejak catatan dimulai pada 1966. Pelatih Luis de la Fuente memiliki rekor sempurna di laga knockout Piala Dunia dan Piala Eropa. Namun, Belgia datang dengan 13 gol—terbanyak ketiga setelah Argentina dan Prancis—dan telah mencetak gol dalam tiga laga beruntun. Romelu Lukaku, meski tidak dalam kondisi prima, telah mencetak tiga gol dari bangku cadangan, sementara Leandro Trossard menyumbang dua gol dan dua assist. Rekor pertemuan berat sebelah: Spanyol tak pernah kalah dalam 11 duel terakhir, tetapi Belgia berharap mengulangi sukses adu penalti di perempat final 1986.
Laga ketiga menjadi panggung duel dua predator ulung: Erling Haaland (Norwegia) melawan Harry Kane (Inggris). Haaland telah mengoleksi tujuh gol di Piala Dunia ini, termasuk dua gol yang menyingkirkan Brasil di babak 16 besar. Rata-rata golnya setiap 71 menit di level internasional, dengan 62 gol dalam 54 penampilan. Di sisi lain, Kane baru saja mencetak gol penalti yang menjadi penentu kemenangan atas Meksiko, dan kini mengoleksi 14 gol di Piala Dunia—terbanyak sepanjang sejarah Inggris. Musim 2025-26, pemain Bayern Munich itu menjadi pencetak gol terbanyak di sepak bola Eropa dengan 73 gol untuk klub dan negara. Pertandingan ini juga mempertemukan dua tim dengan pengalaman kontras: Inggris melakoni perempat final ke-11 (hanya menang tiga kali), sementara Norwegia untuk pertama kalinya menembus babak delapan besar turnamen besar.
Laga terakhir mempertemukan juara bertahan Argentina dengan Swiss, yang tampil sebagai kuda hitam. Argentina belum tampil meyakinkan: dipaksa extra time oleh Cape Verde, lalu comeback dramatis melawan Mesir yang memicu protes keras lawan. Lionel Messi, meski menjadi pemain pertama yang gagal mengeksekusi dua penalti dalam satu Piala Dunia, tetap memuncaki daftar pencetak gol dengan delapan gol. Swiss, yang lolos ke perempat final untuk pertama kalinya sejak 1954, mengandalkan pemain muda berbakat Johan Mazambi (20 tahun) meski ia absen saat mengalahkan Kolombia via adu penalti karena cedera.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, jadwal pertandingan yang sebagian besar pada malam hari waktu Asia Tenggara menjadi keuntungan tersendiri. Laga Norwegia vs Inggris pada Sabtu pukul 22.00 BST (pukul 04.00 WIB Minggu) dan Argentina vs Swiss pada Minggu pukul 02.00 BST (pukul 08.00 WIB) dapat disaksikan langsung. Pertanyaan besarnya: akankah Haaland atau Kane yang lebih dulu mengamankan Sepatu Emas? Atau justru kejutan lain yang akan tercipta di Amerika Serikat?



