Perburuan Ruben Vargas Memanas: Tottenham dan Brighton Ungguli West Ham
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur dan Brighton & Hove Albion memimpin perburuan gelandang Swiss Ruben Vargas setelah pemain itu menyatakan preferensi untuk bermain di Premier League.
- Sevilla membanderol Vargas dengan harga murah hanya ยฃ13 juta, meski performa domestiknya di La Liga tergolong biasa dengan tiga gol dan enam assist musim lalu.
- Keputusan Tottenham mengejar Vargas menuai kritik karena dianggap sebagai pembelian impulsif berdasarkan penampilan di Piala Dunia, bukan konsistensi liga.

Persaingan merekrut bintang Swiss Ruben Vargas memasuki babak baru setelah Tottenham Hotspur dan Brighton & Hove Albion dikabarkan memimpin perburuan, mengungguli West Ham United yang lebih dulu melakukan pendekatan. Vargas, yang tampil gemilang bersama Swiss di Piala Dunia 2022 dengan dua gol dan satu assist, disebut-sebut lebih memilih pindah ke Premier League ketimbang opsi lain.
Menurut laporan media Spanyol Orgullo Biri yang dikutip Sport Witness, Tottenham berencana membajak negosiasi West Ham yang sudah menjalin kontak dengan Sevilla. Namun, keunggulan Spurs dan Brighton terletak pada preferensi pribadi Vargas yang menginginkan karier di Inggris. Situasi ini membuat West Ham, yang musim depan harus bermain di Championship, semakin terpinggirkan.
Sevilla disebut tidak akan menyulitkan transfer. Klub La Liga itu mematok harga โฌ15 juta atau sekitar ยฃ13 juta โ angka yang tergolong murah untuk pemain berusia 28 tahun yang baru bersinar di panggung internasional. Namun, nilai tersebut justru memicu perdebatan: apakah Vargas layak diincar atau sekadar produk dari turnamen besar?
Kritik mulai muncul, terutama dari pengamat yang mengingatkan bahwa Vargas bukanlah pemain konsisten di level domestik. Sebelum Piala Dunia, ia hanya mencetak tiga gol dan enam assist di La Liga musim lalu โ catatan yang jauh dari kata mentereng. Banyak yang menilai Tottenham dan Brighton terjebak dalam jebakan klasik: membeli pemain berdasarkan performa di turnamen singkat, bukan produktivitas jangka panjang.
Bagi Tottenham, langkah ini juga dipertanyakan mengingat mereka sudah menggelontorkan lebih dari ยฃ200 juta untuk memperkuat skuad musim panas ini. Alih-alih merekrut Vargas, beberapa analis menyarankan Spurs lebih baik mempertahankan Mathys Tel, pemain muda berusia 21 tahun yang statistik per pertandingannya lebih unggul dari Vargas musim lalu. Keputusan Tottenham akan menjadi ujian apakah mereka benar-benar belajar dari kesalahan masa lalu atau justru mengulang pola impulsif.
Dari sudut pandang Indonesia, pergerakan klub-klub Premier League di bursa transfer selalu menarik perhatian karena banyak pemain yang kemudian menjadi langganan tim nasional dan menghiasi layar kaca. Vargas, jika jadi merumput di Inggris, berpotensi menambah daya tarik Premier League yang sudah menjadi tontonan utama pecinta sepak bola Tanah Air. Namun, keputusan Tottenham dan Brighton juga menjadi pengingat bahwa tidak semua kilau Piala Dunia berujung sukses di liga โ seperti yang pernah dialami banyak pemain sebelumnya.
Pertanyaan besarnya: apakah Vargas akan menjadi pembelian cerdas atau sekadar gebyar sesaat? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa pekan ke depan, saat klub-klub Premier League harus memutuskan apakah mereka benar-benar membutuhkan pemain seperti Vargas atau hanya tergoda oleh momennya di Qatar.



