Dwayne Johnson Bintangi Film tentang Stuntman yang Menyembunyikan Demensia
Baca dalam 60 detik
- Aktor Dwayne Johnson akan memerankan seorang stuntman Las Vegas yang merahasiakan diagnosis demensia dari keluarganya dalam film 'Free Byrd'.
- Film ini diproduksi oleh Artists Equity, studio milik Ben Affleck dan Matt Damon, dengan naskah yang ditulis ulang oleh Greg Kwedar.
- Proyek ini disebut Johnson sebagai 'hadiah' yang menyentuh secara personal, mengangkat tema keindahan dan kerasnya hidup serta pentingnya meminta bantuan.

Dwayne Johnson, bintang Hollywood yang juga dikenal sebagai The Rock, akan membintangi film drama aksi berjudul Free Byrd yang mengisahkan seorang stuntman yang menyembunyikan diagnosis demensia dari orang-orang di sekitarnya. Proyek ini menjadi garapan terbaru dari Artists Equity, studio milik Ben Affleck dan Matt Damon.
Dalam film tersebut, Johnson berperan sebagai seorang stuntman motor asal Las Vegas yang berusaha merahasiakan kondisi demensianya dari semua orang, termasuk saudara laki-lakinya yang juga mekanik. Kisah ini berpusat pada satu lompatan berbahaya terakhir yang ia rencanakan, sembari bergulat dengan penyakit yang perlahan menggerogoti ingatannya.
Menurut sinopsis resmi yang dirilis, Free Byrd akan "meneliti dan menghadapi misteri luas pikiran serta keindahan dan kekuatan dari meminta bantuan sebelum semuanya terlambat". Naskah awal ditulis oleh Jon Boyer, namun kemudian dipercayakan kepada Greg Kwedar—sutradara Train Dreams—untuk menulis ulang dan menyutradarai film ini.
Johnson mengungkapkan bahwa Free Byrd adalah "hadiah dalam banyak hal" baginya. Dalam pernyataan resmi, ia mengatakan, "Emblematic of life’s sacred beauty, as well as life’s harsh and callous reality." Ia juga menambahkan bahwa materi film ini menjadi sangat personal bagi dirinya dan Kwedar saat mereka mulai menguak perjalanan takdir ini bersama-sama. "Ketika pikiran orang yang kita cintai mulai menghilang, hidup pasti memiliki arti yang sama sekali baru," ujar Johnson.
Affleck dan Damon, yang masing-masing menjabat sebagai CEO dan Chief Content Officer Artists Equity, memuji keterlibatan semua pihak dalam film ini. "Ini adalah proyek yang secara personal kami semua hubungkan. Greg adalah salah satu penulis-sutradara paling menarik yang bekerja saat ini, dan Dwayne adalah talenta serta pribadi yang luar biasa. Kami sangat bersemangat mereka memilih membuat film ini bersama kami," kata mereka dalam pernyataan bersama.
Bagi penonton Indonesia, film ini menawarkan perspektif baru tentang demensia—penyakit yang kerap dianggap tabu untuk dibicarakan. Dengan bintang sekelas Johnson, diharapkan kesadaran tentang demensia dan pentingnya dukungan keluarga bisa meningkat. Di Indonesia, demensia masih sering disalahartikan sebagai bagian normal dari penuaan, padahal penanganan dini sangat krusial.
Selain Free Byrd, Johnson juga akan kembali memerankan Maui dalam film Moana versi live-action yang sedang digarap. Ia bahkan mengisyaratkan kemungkinan adanya Moana 3 setelah sekuel animasi yang dirilis tahun lalu. "Ya, kami sudah membicarakan Moana 3. Tapi pertama-tama, biarkan Moana live-action rilis dulu. Kami memiliki Jared Bush dan Dana Ledoux Miller yang luar biasa sebagai penulis—mereka akan menulis Moana 3," ungkap Johnson dalam konferensi pers di Brasil.
Dengan Free Byrd, Johnson mengambil langkah berani untuk mengeksplorasi peran yang lebih dalam dan emosional. Pertanyaannya, akankah film ini mampu menyentuh hati penonton global dan mengubah cara pandang terhadap demensia? Hanya waktu yang akan menjawab, namun yang jelas, kolaborasi antara Johnson, Kwedar, dan Artists Equity patut dinantikan.



