Aston Villa Kirim Delegasi ke Italia untuk Bajak Gelandang Buruan Newcastle
Baca dalam 60 detik
- Aston Villa mengirim petinggi klub ke Italia untuk melakukan negosiasi langsung dengan Udinese terkait Arthur Atta, setelah Newcastle United lebih dulu mengajukan tawaran.
- Cedera ACL yang dialami Amadou Onana memaksa Villa bergerak cepat di bursa transfer tengah musim, dengan Atta dinilai sebagai pengganti ideal berkat kontribusi ofensifnya.
- Persaingan ketat dua klub Premier League ini bisa memicu perang harga, mengingat Udinese diperkirakan akan membanderol Atta di atas โฌ25 juta.

Aston Villa tidak main-main dalam upaya memperkuat lini tengah mereka. Klub asal Birmingham itu dikabarkan telah mengirim petinggi klub langsung ke Italia untuk memulai negosiasi dengan Udinese terkait gelandang Arthur Atta, yang sebelumnya menjadi target utama Newcastle United. Langkah ini diambil setelah Villa kehilangan Amadou Onana akibat cedera ligamen lutut anterior (ACL) yang parah.
Menurut laporan Tuttomercatoweb, delegasi Villa telah melakukan pemeriksaan langsung terhadap Atta di markas Udinese. Ini merupakan sinyal bahwa klub asuhan Unai Emery serius membajak pemain yang sudah lama diincar Newcastle. The Magpies disebut telah mengajukan tawaran resmi untuk Atta pada bursa musim panas lalu, namun belum mencapai kesepakatan dengan klub Serie A tersebut.
Cedera Onana menjadi titik balik strategi transfer Villa. Gelandang asal Belgia itu dipastikan absen hingga paruh pertama musim depan setelah mengalami cedera ACL saat membela tim nasional melawan Amerika Serikat pekan ini. Kehilangan Onana membuat Villa kekurangan opsi di lini tengah, terutama dalam hal kreativitas dan kontribusi gol. Atta, yang musim lalu terlibat dalam delapan gol Serie A, dinilai mampu mengisi kekosongan tersebut.
Bagi Newcastle, potensi gagal mendapatkan Atta akan menjadi pukulan telak. Klub asal Tyneside itu sudah beberapa kali kehilangan target transfer ke rival Premier League, dan situasi ini bisa kembali terulang. Jika Atta memilih Villa, Newcastle harus segera mencari alternatif seperti Johan Manzambi yang disebut-sebut masuk radar mereka.
Dari sisi regulasi, Villa masih harus mempertimbangkan aturan Profit and Sustainability (SCR) yang membatasi pengeluaran klub. Atta dianggap sebagai target ideal karena banderolnya yang relatif terjangkau di tengah pasar gelandang yang mahal. Namun, Udinese diprediksi akan memanfaatkan situasi ini untuk menaikkan harga, terutama jika terjadi perang penawaran antara dua klub Premier League.
Keputusan Atta akan menjadi indikator sejauh mana daya tarik Liga Champions Villa dibandingkan proyek jangka panjang Newcastle. Villa yang musim depan akan tampil di kompetisi Eropa tertinggi memiliki nilai jual lebih, namun Newcastle menawarkan stabilitas dan ambisi yang tak kalah besar. Pertanyaannya, akankah Atta memilih petualangan baru di Birmingham atau tetap bertahan di Serie A bersama Udinese?



