Arsenal Rekrut Gelandang Swiss Reuteler dengan Kontrak Empat Tahun
Baca dalam 60 detik
- Arsenal mengamankan jasa gelandang timnas Swiss, Geraldine Reuteler, dengan kontrak berdurasi empat musim setelah ia hengkang dari Eintracht Frankfurt.
- Reuteler, 27 tahun, meninggalkan Bundesliga Putri setelah delapan tahun dan mencatatkan 184 penampilan, 54 gol, serta 44 assist bersama Frankfurt.
- Kedatangan Reuteler menjadi sinyal ambisi Arsenal di Liga Super Wanita (WSL) dan memperkuat lini tengah yang sudah diisi Georgia Stanway dan Selina Cerci.

Arsenal resmi mendatangkan gelandang tim nasional Swiss, Geraldine Reuteler, dengan kontrak empat tahun setelah ia meninggalkan Eintracht Frankfurt. Pemain berusia 27 tahun itu menjadi rekrutan ketiga The Gunners pada bursa transfer musim panas ini, setelah Georgia Stanway dan Selina Cerci.
Reuteler menghabiskan delapan musim di Frauen-Bundesliga bersama Frankfurt, mencatatkan 184 penampilan di semua kompetisi dengan torehan 54 gol dan 44 assist. Selama di Jerman, ia menjelma menjadi salah satu gelandang serba bisa yang diandalkan, baik sebagai pencetak gol maupun pengatur serangan. Kepindahannya ke London Utara menandai babak baru dalam kariernya setelah sukses di level klub dan internasional.
"Arsenal adalah salah satu klub terbaik di dunia dan saya sangat bangga bisa berada di sini," ujar Reuteler dalam pernyataan resmi klub. "Saya menyukai cara tim ini bermain dan tidak sabar untuk menguji diri melawan pemain-pemain terbaik di WSL. Saya ingin menambah sejarah dan kesuksesan klub ini, dan saya menantikan saat berlaga di Stadion Emirates di hadapan para pendukung."
Manajer Arsenal, Renee Slegers, menyambut antusias kedatangan Reuteler. "Saya sangat senang kami bisa membawanya ke Arsenal. Dia pemain yang sangat teknis, cerdas, dan memiliki atletisitas yang baik. Kombinasi ini membuatnya menjadi tambahan yang hebat untuk lini tengah kami. Saya tidak sabar untuk mulai bekerja sama saat pramusim dimulai," kata Slegers.
Reuteler memulai karier sepak bolanya di klub Swiss FC Stans sebelum bergabung dengan FC Luzern dan melakukan debut senior di kasta tertinggi Swiss pada usia 15 tahun. Ia kemudian pindah ke Frankfurt pada 2018, setahun setelah debutnya bersama timnas Swiss. Total ia telah mengumpulkan 91 caps dan menjadi bagian penting dari skuad yang mencapai perempat final Euro 2025 yang digelar di kandang sendiri.
Bagi Arsenal, perekrutan Reuteler menunjukkan keseriusan klub dalam membangun skuad kompetitif untuk bersaing di papan atas WSL dan Eropa. Dengan pengalaman delapan tahun di Bundesliga dan penampilan di turnamen besar, Reuteler diharapkan mampu memberikan kontribusi instan. Kehadirannya juga memperdalam opsi lini tengah yang sudah memiliki Stanway, Cerci, serta pemain bintang lainnya.
Di Indonesia, perkembangan sepak bola wanita semakin mendapat perhatian seiring meningkatnya liputan media dan prestasi timnas putri. Transfer pemain seperti Reuteler ke klub sebesar Arsenal dapat menjadi inspirasi bagi pesepak bola wanita Tanah Air untuk mengejar karier di level tertinggi. Selain itu, WSL yang semakin populer di kalangan penggemar sepak bola Indonesia melalui siaran langsung dan platform digital, membuat berita ini relevan untuk diikuti.
Dengan kontrak jangka panjang dan dukungan penuh dari manajer, Reuteler memiliki kesempatan untuk menjadi pilar penting Arsenal dalam beberapa musim ke depan. Pertanyaan besarnya adalah seberapa cepat ia bisa beradaptasi dengan gaya bermain WSL yang keras dan kompetitif. Jika performanya bersama Frankfurt bisa menjadi patokan, Arsenal mungkin baru saja mendapatkan salah satu gelandang paling underrated di Eropa.



