Leeds Siapkan Dana Rp340 Miliar untuk Bek Muda Parma Pengganti Struijk
Baca dalam 60 detik
- Leeds United mengincar bek Parma, Mariano Troilo, sebagai suksesor Pascal Struijk yang hengkang ke Brighton.
- Klub asal Italia itu membanderol Troilo minimal โฌ20 juta, dengan Leeds siap menebusnya di bursa musim panas.
- Troilo, 23 tahun, dinilai memiliki potensi besar untuk bersinar di Premier League berkat ketenangan dan duel fisiknya.

Leeds United tengah bersiap menggelontorkan dana sekitar โฌ20 juta atau setara Rp340 miliar untuk mendatangkan bek muda Parma, Mariano Troilo, sebagai pengganti Pascal Struijk yang baru saja dilepas ke Brighton & Hove Albion dengan nilai transfer ยฃ18 juta. Langkah ini menjadi ujian bagi ambisi The Whites untuk tidak sekadar bertahan di Premier League, melainkan membangun fondasi pertahanan yang lebih kokoh di bawah asuhan Daniel Farke.
Kepergian Struijk, yang selama ini menjadi pilar di lini belakang Leeds, memaksa manajemen klub yang dimiliki 49ers Enterprises untuk bergerak cepat di bursa transfer musim panas. Farke sendiri sebelumnya menyebut Struijk sebagai pemain krusial, sehingga kehilangannya membutuhkan respons yang setara. Menurut laporan Parma Live, Leeds sudah mengetahui bahwa tawaran awal sebesar โฌ20 juta belum cukup untuk memboyong Troilo, mengingat Parma bersikukuh tidak akan melepas bek Argentina itu di bawah angka tersebut.
Persaingan pun tak bisa dihindari. Brentford dan Sunderland dikabarkan turut memantau situasi Troilo, sementara Fulham yang sempat mengajukan tawaran ยฃ17 juta tahun lalu akhirnya mengendurkan minat setelah ditolak. Parma menegaskan belum menerima tawaran baru dalam beberapa pekan terakhir, namun Leeds diyakini siap mengeluarkan dana lebih untuk mengamankan tanda tangan pemain berusia 23 tahun itu.
Troilo, yang baru menjalani musim debutnya di Serie A setelah pindah dari Argentina setahun lalu, mencuri perhatian berkat penampilan impresifnya bersama Parma. Bek bertubuh kekar ini dikenal sebagai pemain yang tenang dalam penguasaan bola, agresif dalam duel, dan mampu bermain dengan kedua kaki. Meski minim pengalaman di level tertinggi, potensinya dinilai cocok untuk menggantikan peran Struijk yang kerap dikritik karena inkonsistensi pada musim 2025/26.
Bagi Leeds, perekrutan Troilo bukan sekadar reaksi atas kepergian Struijk, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun skuad yang lebih progresif. Farke sebelumnya juga telah merencanakan kedatangan Harry Wilson dan Shea Charles untuk memperkuat lini tengah dan kreativitas tim. Dengan tambahan Troilo, diharapkan lini pertahanan Leeds tidak hanya tangguh, tetapi juga mampu membangun serangan dari belakang.
Konteks transfer ini menarik diamati dari sisi persaingan Premier League yang semakin ketat. Leeds yang musim lalu nyaris terdegradasi kini berusaha menjauh dari zona merah. Langkah mendatangkan pemain muda seperti Troilo menunjukkan pergeseran strategi: tidak hanya membeli pengalaman, tetapi juga investasi jangka panjang. Jika Troilo mampu beradaptasi dengan cepat, ia bisa menjadi aset berharga yang nilainya melonjak dalam beberapa musim ke depan.
Pertanyaan besarnya, akankah Leeds mampu menyelesaikan negosiasi dengan Parma di tengah rivalitas dari klub lain? Atau justru Troilo akan memilih destinasi lain yang lebih menjanjikan? Jawabannya akan menentukan apakah Elland Road benar-benar siap melangkah ke level berikutnya.



