Everton Berburu Striker Muda Berpotensi Rp1,6 Triliun, Incar Penerus Lukaku
Baca dalam 60 detik
- Everton akan menggelar pertemuan dengan agen Christian Kofane pekan ini, berusaha mendahului Arsenal dan Newcastle dalam perburuan striker 19 tahun asal Kamerun tersebut.
- Kofane, yang disebut agennya sebagai pemain senilai £100 juta, mencetak lima gol dan empat assist di Bundesliga musim lalu meski hanya 13 kali menjadi starter.
- Jika bergabung, Kofane diharapkan menjadi ujung tombak Everton yang haus gol seperti Romelu Lukaku, yang meninggalkan klub pada 2017 dengan rekor gol terbanyak di Premier League.

Everton tengah menyusun langkah ambisius di bursa transfer musim panas ini dengan membidik Christian Kofane, striker muda Bayer Leverkusen yang disebut-sebut sebagai calon bintang senilai £100 juta. Klub asal Merseyside itu dijadwalkan menggelar pembicaraan langsung dengan agen pemain asal Kamerun tersebut pekan ini, berusaha memenangkan persaingan melawan Arsenal dan Newcastle United.
Keputusan Everton untuk bergerak cepat tidak lepas dari catatan lini depan yang tumpul musim lalu. David Moyes hanya menyaksikan timnya mencetak sedikit peluang berbahaya, yang berujung pada kegagalan lolos ke kompetisi Eropa. Meski sempat menumbangkan Chelsea 3-0 pada Maret, rentetan tujuh laga tanpa kemenangan di akhir musim membuat The Toffees terpuruk di papan tengah. Kini, dengan dukungan pemilik baru Friedkin Group, Everton berharap perombakan di lini serang menjadi kunci kebangkitan.
Kofane, yang masih berusia 19 tahun, mencuri perhatian di Bundesliga musim lalu. Dalam 13 pertandingan sebagai starter, ia mengemas lima gol dan empat assist. Catatan operan sukses mencapai 83% dan dribel sukses 58%, menandakan kemampuan teknis yang matang di usianya. Meski melewatkan 11 peluang emas, agennya, Eric Depolo, dengan percaya diri menyebut Kofane sebagai pemain £100 juta—angka yang mungkin berlebihan, namun menggambarkan potensi besarnya.
Perbandingan dengan Romelu Lukaku bukan tanpa alasan. Lukaku, yang kini menjadi pencetak gol terbanyak Everton sepanjang sejarah Premier League, meninggalkan Goodison Park pada 2017 dengan biaya awal £75 juta. Saat itu, ia digambarkan sebagai "salah satu striker terbaik dunia" oleh Ronald Koeman. Kofane, yang oleh pemandu bakat Jacek Kulig disebut sebagai "salah satu striker paling menarik di dunia", dinilai memiliki fisik kuat, kecepatan, dan naluri gol yang mirip dengan Lukaku.
Ketertarikan Arsenal, yang merupakan juara Premier League, menunjukkan kualitas Kofane. Namun, Everton optimistis dapat menyelesaikan kesepakatan berkat proyek yang dibangun Moyes. Jika Thierno Barry—pemain £27 juta yang kurang konsisten—hening ke RB Leipzig, ruang di lini depan akan semakin terbuka bagi Kofane.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, pergerakan Everton ini menarik untuk diikuti. Klub-klub Premier League kerap menjadi barometer bagi pemain muda Afrika yang kemudian bersinar, seperti Sadio Mane atau Mohamed Salah. Jika Kofane berhasil beradaptasi, ia bisa menjadi idola baru di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, yang memiliki basis penggemar sepak bola Eropa yang besar.
Pertanyaan besarnya: mampukah Everton mengalahkan daya tarik Arsenal yang baru saja meraih gelar? Atau akankah Kofane memilih proyek jangka panjang Moyes yang menjanjikan peran utama? Jawabannya akan diketahui dalam beberapa pekan ke depan, saat bursa transfer memasuki fase krusial.



