Gangguan Telstra Lumpuhkan Layanan Kereta dan Pembayaran Taksi di Australia
Baca dalam 60 detik
- Gangguan jaringan operator telekomunikasi terbesar Australia, Telstra, pada Rabu (8/7) melumpuhkan sistem pembayaran taksi dan layanan kereta api di Melbourne.
- Pemerintah Australia mengonfirmasi dampak meluas pada panggilan dan koneksi seluler, sementara operator kereta menangguhkan perjalanan ke kota regional.
- Belum ada kepastian penyebab dan waktu pemulihan, namun Telstra memastikan sedang melakukan investigasi dan meminta pelanggan untuk mencoba kembali koneksi.

Gangguan besar melanda jaringan Telstra, operator telekomunikasi terbesar di Australia, pada Rabu (8/7), mengakibatkan lumpuhnya sistem pembayaran taksi dan penangguhan layanan kereta api di Melbourne. Pemerintah setempat menyebut insiden ini memengaruhi "sejumlah besar panggilan dan koneksi seluler" di seluruh negeri.
Layanan kereta yang menghubungkan Melbourne dengan kota-kota regional terpaksa dihentikan sementara akibat kegagalan komunikasi. Operator kereta mengimbau penumpang untuk menunda perjalanan bila memungkinkan. Sementara itu, media Australia melaporkan bahwa sejumlah penumpang taksi tidak dapat melakukan pembayaran, dan para pengemudi kehilangan banyak pesanan karena platform pembayaran mereka mati total.
Menteri Manajemen Darurat Australia, Kristy McBain, dalam pernyataannya mengatakan pihaknya memahami Telstra sedang berupaya menyelesaikan masalah ini. "Kami juga sedang mengatur akomodasi bagi penumpang kereta yang terdampak," ujarnya.
Telstra mengonfirmasi sedang menyelidiki gangguan yang memengaruhi panggilan suara dan data seluler ini. Perusahaan meminta pelanggan untuk "mencoba kembali karena mungkin berhasil setelah beberapa kali percobaan." Namun, hingga berita ini diturunkan, Telstra belum mengungkapkan penyebab pasti maupun perkiraan waktu pemulihan layanan. "Kami sedang menanganinya dan akan memberikan pembaruan begitu masalah selesai," demikian pernyataan resmi Telstra.
Gangguan ini menjadi pengingat akan kerentanan infrastruktur telekomunikasi di era digital. Di Indonesia, pengalaman serupa pernah terjadi saat gangguan jaringan Indosat Ooredoo pada 2022 yang melumpuhkan layanan pembayaran digital dan transportasi online. Ketergantungan yang tinggi pada satu operator dapat menimbulkan risiko sistemik, terutama pada sektor transportasi dan keuangan. Otoritas telekomunikasi di Indonesia, seperti Kominfo, perlu mendorong diversifikasi jaringan dan rencana kontinjensi untuk meminimalkan dampak gangguan serupa.
Ke depan, pertanyaan yang mengemuka adalah apakah Telstra akan menerapkan sanksi atau kompensasi bagi pelanggan yang dirugikan, serta langkah apa yang akan diambil regulator Australia untuk mencegah terulangnya insiden ini. Sementara itu, para pengguna jasa transportasi di Melbourne masih menanti kepastian kapan layanan kereta dan pembayaran taksi akan kembali normal.



