Satgas PRR Perkuat Jembatan Enang-Enang, Warga Bener Meriah Ucapkan Terima Kasih
Baca dalam 60 detik
- Satgas PRR memperkuat Jembatan Enang-Enang di Bener Meriah, Aceh, yang sebelumnya diperbaiki swadaya warga.
- Pemerintah mengalokasikan Rp100 miliar untuk pelebaran jalan dan dua jembatan baru tahun ini, serta Rp700 miliar untuk jembatan bentang panjang pada 2027.
- Langkah ini menjamin mobilitas warga sambil menyiapkan infrastruktur permanen, termasuk jembatan layang yang direncanakan menjadi ikon Tanah Gayo.

Pemerintah melalui Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) pascabencana Sumatra memulai penguatan Jembatan Enang-Enang di Kampung Arul Cincin, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, yang sebelumnya hanya diperbaiki secara swadaya oleh warga setempat. Langkah ini disambut antusias oleh masyarakat yang selama ini bergantung pada jembatan tersebut untuk mobilitas sehari-hari.
Tokoh masyarakat Enang-Enang, Syahrial, menilai respons cepat pemerintah memberikan kepastian bagi aktivitas warga. Menurutnya, komitmen ini terwujud setelah serangkaian pertemuan dengan pemerintah daerah dan pusat untuk menyelesaikan masalah konektivitas di kawasan tersebut. "Jembatan Enang-Enang ini sudah bersepakat bahwa PU dan pemerintah bekerja sama di sini demi kepentingan rakyat. Sekali lagi kami mewakili masyarakat mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia yang sudah memperhatikan kami," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7).
Ketua Satgas PRR, Muhammad Tito Karnavian, menjelaskan bahwa pemerintah menetapkan tiga langkah penanganan secara paralel. Fokus utama saat ini adalah memperkuat struktur jembatan agar tetap bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, kendaraan roda enam atau truk belum diizinkan melintas demi keamanan struktur. "Jembatan Enang-Enang ini tetap difungsikan, diperkuat semaksimal mungkin oleh Balai PU, tujuannya supaya paling tidak untuk roda dua dan roda empat kendaraan biasa. Tapi kalau untuk roda enam, truk apalagi, belum bisa," tuturnya.
Selain perkuatan jembatan, pemerintah menyiapkan proyek pelebaran jalan alternatif Werlah ke Simpang Lancang menjadi enam meter, yang akan diaspal dan dilengkapi dua jembatan baru. Proyek ini dianggarkan sekitar Rp100 miliar dan ditargetkan rampung tahun ini. "Jalan alternatif sudah dirapikan, akan disempurnakan lagi berikut jembatannya," kata Tito. Langkah ini diharapkan menjaga kelancaran akses transportasi warga selama proses pembangunan infrastruktur permanen.
Untuk jangka panjang, pemerintah merencanakan pembangunan jembatan bentang panjang sekitar 300 meter pada 2027 dengan estimasi dana Rp700 miliar. Proyek ini ditargetkan selesai dalam tiga tahun dan diproyeksikan menjadi ikon baru Tanah Gayo. Syahrial mengapresiasi perencanaan matang pemerintah, yang mencakup pelebaran jalan, pembangunan dua jembatan, dan satu jembatan layang. "Perencanaannya sungguh luar biasa, ada tiga hal yang akan dikerjakan. Jalan Werlah ke Simpang Lancang diperlebar menjadi enam meter, kemudian langsung diaspal, dibangun dua jembatan, kemudian satu jembatan layang. Alhamdulillah," ujarnya.
Konteks Indonesia: Bener Meriah merupakan daerah yang rawan bencana, dan perbaikan infrastruktur seperti Jembatan Enang-Enang menjadi krusial untuk mendukung pemulihan ekonomi dan mobilitas warga. Langkah pemerintah ini juga menjadi contoh sinergi antara pusat dan daerah dalam penanganan pascabencana. Ke depan, keberhasilan proyek ini akan diuji oleh kemampuan pemerintah dalam menyelesaikan pembangunan tepat waktu dan sesuai anggaran, serta menjaga kualitas infrastruktur agar tahan terhadap bencana serupa.



