Pangeran Harry Tiba di London Sendirian: Keretakan Keluarga Kerajaan Makin Nyata
Baca dalam 60 detik
- Pangeran Harry terbang ke London tanpa Meghan dan anak-anaknya untuk promosi Invictus Games, memicu spekulasi soal hubungan dengan pihak Istana.
- Perselisihan soal akomodasi di Buckingham Palace dan keamanan pribadi menjadi latar belakang ketidakhadiran keluarga Sussex.
- Keputusan sepihak Istana mencabut tawaran menginap di kediaman kerajaan dinilai sebagai sinyal dinginnya hubungan antara Harry dan keluarga kerajaan.

Pangeran Harry tiba di London pada Senin (7/7) tanpa didampingi Meghan Markle dan kedua anaknya, Archie dan Lilibet. Kunjungan yang sedianya menjadi momen rekonsiliasi dengan Raja Charles III justru dibayangi perselisihan soal tempat tinggal dan jaminan keamanan.
Adik Pangeran William itu dijadwalkan menghadiri serangkaian acara publik, termasuk promosi Invictus Games yang ia dirikan untuk veteran perang. Awalnya, Istana Buckingham mengonfirmasi Harry akan menginap di kediaman resmi kerajaan selama di London. Namun, tawaran itu dicabut secara mendadak pada akhir pekan lalu.
Menurut sumber internal Istana, Harry tidak merespons tawaran akomodasi hingga batas waktu yang ditentukan, sehingga pihak kerajaan memutuskan untuk membatalkannya. Pihak Istana beralasan perlu waktu minimal untuk menyiapkan staf dan keamanan bagi tamu kerajaan. Sebaliknya, perwakilan Harry menyebut keterlambatan itu terjadi karena ia harus mengatur sendiri keamanan keluarganya setelah lembaga RAVEC memutuskan tidak memberikan perlindungan resmi.
"Kami kecewa tawaran itu ditarik di menit-menit terakhir," ujar juru bicara Harry. Ia menambahkan bahwa keputusan Istana diduga terkait dengan putusan pengadilan tinggi yang akan diumumkan pada Selasa (8/7) mengenai gugatan privasi Harry terhadap penerbit Daily Mail. "Istana sudah mengetahui putusan itu sejak Kamis lalu, jadi tidak jelas mengapa tawaran dicabut setelah kami menerimanya secara resmi," tambahnya.
Ketegangan ini mempertegas jarak antara Harry dan keluarga kerajaan sejak ia memutuskan mundur dari tugas resmi pada 2020. Kehadiran Meghan dan anak-anak sebenarnya diharapkan bisa menjadi jembatan, terutama setelah empat tahun Archie dan Lilibet tidak bertemu kakek mereka. Namun, persoalan keamanan dan akomodasi kembali menjadi batu sandungan.
Bagi publik Indonesia, dinamika keluarga kerajaan Inggris mungkin terasa jauh, namun konflik ini mencerminkan tantangan yang dihadapi figur publik dalam menyeimbangkan kehidupan pribadi dan tuntutan institusi. Kasus Harry juga mengingatkan pada pentingnya komunikasi dan kepastian hukum, terutama saat menyangkut hak privasi dan keamanan.
Hingga berita ini diturunkan, belum jelas di mana Harry akan menginap selama di London. Pertanyaan besar pun mengemuka: akankah ketegangan ini berujung pada rekonsiliasi atau justru memperdalam jurang pemisah antara Pangeran Harry dan Istana Buckingham?



