Demi Gaun Schiaparelli, Zendaya Kirim Jet Pribadi ke Paris
Baca dalam 60 detik
- Gaun haute couture Schiaparelli yang dikenakan Zendaya di pemutaran perdana The Odyssey di London diterbangkan langsung dari Paris menggunakan jet pribadi, hanya beberapa jam setelah debut di runway.
- Stylist Law Roach mengaku terbang ke Paris untuk mengambil gaun tersebut langsung dari model yang memamerkannya, demi memastikan Zendaya tampil eksklusif di karpet merah.
- Langkah ini menunjukkan bagaimana logistik fashion kelas atas bisa melibatkan biaya dan koordinasi luar biasa, berbeda dengan penampilan santai Zendaya di acara Spider-Man yang hanya bermodal kaos eBay seharga Rp500 ribuan.

Gaun Schiaparelli yang dikenakan Zendaya di pemutaran perdana film The Odyssey di London tidak sekadar dipilih dari koleksi biasa—ia diterbangkan langsung dari Paris menggunakan jet pribadi hanya beberapa jam setelah melenggang di atas catwalk. Langkah logistik ini menggarisbawahi betapa tingginya standar mode selebritas kelas atas, di mana koordinasi antarnegara bisa terjadi dalam hitungan jam demi satu penampilan.
Gaun tersebut merupakan bagian dari koleksi Haute Couture Fall/Winter 2026/27 Schiaparelli yang dirancang oleh Daniel Roseberry. Dalam peragaan di Paris pada Senin (06.07.26) waktu setempat, gaun putih dengan efek porselen dan pinggiran bercahaya itu langsung menjadi pusat perhatian. Namun, yang membuatnya istimewa adalah keputusan untuk segera membawanya ke London untuk Zendaya.
Stylist pribadi Zendaya, Law Roach, mengungkapkan bahwa ia terbang ke Paris sehari sebelumnya untuk menghadiri peragaan, lalu membawa gaun itu kembali dengan jet pribadi. "Saya punya jet pribadi yang menunggu... Untuk mengambil gaun itu dari modelnya, lalu membawanya ke London untuk dikenakan oleh seorang gadis yang sangat istimewa," ujarnya kepada sosialita Lyas. Ketika ditanya apakah pemilihan gaun itu sengaja untuk menangkap "vibes Odyssey", Law hanya menjawab sambil tertawa, "Mungkin."
Kontras dengan kemewahan itu, penampilan Zendaya di acara promosi Spider-Man: Brand New Day bulan lalu justru sangat sederhana. Ia hadir di Paris dengan kaos vintage Spider-Man ukuran 2XL yang dibeli dari eBay seharga 34,99 dolar AS (sekitar Rp560 ribu) dan sepatu Christian Louboutin. Law Roach bahkan memamerkan tangkapan layar daftar barang bekas itu di Instagram Story-nya dengan sindiran, "Gaya tidak selalu harus mahal."
Bagi pengamat mode di Indonesia, kisah ini menjadi cerminan bagaimana industri hiburan global mengelola ekspektasi penampilan. Di tengah maraknya fast fashion dan tren thrifting yang juga populer di Tanah Air, langkah Zendaya menunjukkan bahwa kemewahan ekstrem dan kesederhanaan bisa berjalan beriringan, tergantung pada pesan yang ingin disampaikan. Sementara itu, logistik jet pribadi untuk sebuah gaun mungkin masih jauh dari jangkauan, namun cerita ini mengingatkan bahwa di balik setiap penampilan karpet merah, ada kerja keras dan biaya yang tak terlihat.
Ke depan, pertanyaan yang muncul adalah apakah tren high-low fashion seperti yang diperagakan Zendaya—menggabungkan barang mewah dengan barang bekas—akan semakin lazim di kalangan selebritas? Atau justru logistik eksklusif seperti ini yang akan menjadi standar baru? Yang jelas, Zendaya dan timnya telah membuktikan bahwa mode bukan sekadar pakaian, melainkan pernyataan yang direncanakan dengan cermat.



