FIFA Usut Dugaan Rasisme Terhadap YouTuber IShowSpeed di Piala Dunia
Baca dalam 60 detik
- FIFA menyelidiki dugaan pelecehan rasial terhadap kreator konten IShowSpeed oleh suporter Argentina di laga Argentina vs Cape Verde.
- Insiden terjadi di Hard Rock Stadium, Miami, saat IShowSpeed mengenakan jersey Cape Verde dan terlibat konfrontasi dengan seorang fans.
- Kasus ini menambah daftar panjang insiden rasisme di sepak bola global, menyusul komentar rasis senator Paraguay terhadap Kylian Mbappe.

FIFA resmi membuka penyelidikan atas dugaan tindakan rasis yang menimpa YouTuber Amerika Serikat, IShowSpeed, saat pertandingan Argentina melawan Cape Verde di Piala Dunia U-20, Jumat (3/7) lalu. Insiden yang terekam dalam siaran langsung saluran YouTube miliknya itu memicu kecaman luas dan menjadi sorotan baru dalam upaya pemberantasan diskriminasi di sepak bola.
Dalam video yang beredar, IShowSpeed—yang memiliki 57 juta pelanggan di YouTube dan 53 juta pengikut di TikTok—terlihat mengenakan kostum Cape Verde dan beradu mulut dengan seorang suporter Argentina di tribun Hard Rock Stadium, Miami. FIFA menyatakan langsung bergerak setelah mengetahui kejadian tersebut. “Piala Dunia adalah perayaan persatuan, keberagaman, dan rasa hormat. Siapa pun yang bertindak merusak nilai-nilai ini tidak diterima dalam permainan kami,” tegas FIFA dalam pernyataan resmi.
IShowSpeed, yang bernama asli Darren Jason Watkins Jr., telah menjadi fenomena global dengan lebih dari 100 juta pengikut di berbagai platform. Selama turnamen, ia kerap menyiarkan langsung pertandingan dan bahkan sempat dihadiri oleh Presiden FIFA Gianni Infantino serta legenda sepak bola Zlatan Ibrahimovic dalam beberapa segmennya. Popularitasnya yang besar membuat insiden ini cepat menyebar dan memicu diskusi tentang perlindungan terhadap kreator konten di ajang olahraga.
Kasus ini muncul hanya beberapa hari setelah kontroversi serupa melibatkan senator Paraguay, Celeste Amarilla, yang melontarkan komentar rasis terhadap bintang Prancis, Kylian Mbappe. Amarilla, dari Partai Liberal Radikal, mengejek asal-usul dan pendidikan Mbappe di media sosial setelah kekalahan Paraguay dari Prancis di babak 16 besar. Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) berencana mengajukan tuntutan pidana, menyebut pernyataan Amarilla “sangat keji dan tidak dapat diterima.”
Bagi Indonesia, insiden ini menjadi pengingat bahwa isu rasisme dalam sepak bola masih menjadi tantangan global. Meski Piala Dunia U-20 tidak melibatkan timnas Indonesia, animo publik Tanah Air terhadap turnamen ini cukup tinggi, terutama dengan hadirnya pemain diaspora dan pengaruh media sosial. Kasus IShowSpeed menunjukkan bahwa figur publik dengan basis penggemar besar pun rentan menjadi sasaran diskriminasi, sekaligus membuka peluang bagi FIFA untuk memperkuat sanksi terhadap pelaku.
Langkah FIFA yang cepat dalam menyelidiki kasus ini patut diapresiasi, namun efektivitasnya akan diuji dari konsistensi penegakan aturan. Akankah FIFA mampu memberikan efek jera yang nyata, atau justru insiden serupa akan terus terulang? Jawabannya akan menentukan kredibilitas sepak bola sebagai olahraga yang benar-benar inklusif.



