Leao Ditawarkan ke Tottenham, AC Milan Siap Lepas dengan Harga Murah
Baca dalam 60 detik
- Agen Rafael Leao menawarkan pemain tersebut ke Tottenham Hotspur, namun klub London itu belum tertarik mengajukan tawaran ke AC Milan.
- AC Milan bersedia melepas Leao dengan harga €60 juta, tetapi minim peminat karena performa inkonsisten dan gaji tinggi.
- Pelatih baru Milan, Ruben Amorim, lebih memilih Christian Pulisic di posisi sayap kiri, memperkuat sinyal kepergian Leao.

Bursa transfer musim panas kembali diwarnai drama. Rafael Leao, winger asal Portugal yang menjadi andalan AC Milan dalam beberapa musim terakhir, dikabarkan telah ditawarkan kepada Tottenham Hotspur. Namun, menurut pakar transfer Fabrizio Romano, klub asal London itu tidak menunjukkan minat serius untuk memboyong pemain berusia 25 tahun tersebut.
Leao memang sudah sejak awal musim panas menyatakan keinginannya hengkang. Dalam beberapa wawancara, ia mengaku telah memberikan segalanya untuk Rossoneri dan siap untuk petualangan baru. Ia bahkan menyebut Premier League dan LaLiga lebih cocok dengan gaya bermainnya. Namun, kenyataan di lapangan berkata lain. Hingga saat ini, belum ada klub besar yang benar-benar bergerak untuk menebus klausul €60 juta yang dipasang Milan.
Menurut Romano, justru agen Leao yang menawarkan pemainnya ke Tottenham, bukan sebaliknya. Spurs yang kini ditangani Roberto De Zerbi tidak terlalu antusias dengan ide merekrut pemain sayap kiri tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meski Leao memiliki talenta mentereng, nilai transfer dan gajinya yang tinggi menjadi batu sandungan.
AC Milan sendiri berada dalam posisi yang tidak menguntungkan. Mereka ingin melepas Leao untuk mengurangi beban gaji dan memberikan ruang bagi pemain lain. Namun, dengan kontrak yang masih panjang hingga 2028, Milan tidak bisa memaksa kepergiannya. Di sisi lain, Leao juga tidak mendapat jaminan tempat utama di bawah pelatih baru Ruben Amorim. Amorim secara terbuka mengatakan bahwa posisi ideal Christian Pulisic adalah di sayap kiri—posisi yang selama ini menjadi milik Leao. Hal ini memaksa Pulisic bermain di sayap kanan, namun dengan kedatangan Amorim, situasi itu bisa berubah.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi Leao menjadi pelajaran berharga tentang dinamika bursa transfer modern. Seorang pemain bintang sekalipun tidak selalu bisa mendapatkan klub impian jika nilai transfer dan gaji tidak sesuai ekspektasi. Leao, yang pernah menjadi incaran klub-klub besar Eropa, kini harus menerima kenyataan bahwa hanya Benfica dan Galatasaray yang menunjukkan minat serius. Ini juga menjadi sinyal bahwa pasar pemain sayap kiri sedang tidak terlalu panas, atau mungkin klub-klub besar lebih memilih opsi lain yang lebih terjangkau.
Ke depan, masa depan Leao masih menjadi tanda tanya. Akankah ia bertahan di Milan dan berjuang merebut posisi dari Pulisic? Atau ia akan pindah ke klub yang lebih kecil seperti Benfica atau Galatasaray? Atau mungkinkah ada klub besar yang muncul di menit-menit akhir bursa transfer? Yang jelas, saga transfer Leao masih panjang dan akan terus menarik untuk diikuti.



