Coco Gauff Akhirnya Tembus Semifinal Wimbledon: Comeback Dramatis Hentikan Langkah Pegula
Baca dalam 60 detik
- Coco Gauff menjadi petenis termuda sejak Maria Sharapova yang mencapai semifinal semua Grand Slam sebelum usia 23 tahun.
- Unggulan ketujuh bangkit dari ketertinggalan satu set untuk mengalahkan Jessica Pegula 4-6, 6-3, 6-3 di perempat final.
- Kemenangan ini menandai pertama kalinya Gauff melaju ke semifinal Wimbledon setelah gagal di putaran pertama tahun lalu.

Coco Gauff akhirnya memecahkan kebuntuan di Wimbledon. Petenis Amerika Serikat berusia 22 tahun itu memastikan tempat di semifinal untuk pertama kalinya setelah menundukkan rekan senegaranya, Jessica Pegula, dalam pertarungan tiga set yang menegangkan, Selasa (8/7) waktu setempat.
Gauff, yang merupakan juara US Open 2023 dan Prancis Terbuka 2025, harus bekerja keras untuk membalikkan keadaan setelah kehilangan set pertama. Ia menang 4-6, 6-3, 6-3 atas unggulan keempat yang juga menjadi pemain dengan peringkat tertinggi tersisa di turnamen. Kemenangan ini menempatkan Gauff dalam jajaran elit: ia menjadi pemain keenam sejak 2000 yang mencapai semifinal di keempat Grand Slam sebelum berusia 23 tahun.
Pencapaian ini terasa istimewa mengingat catatan Gauff di Wimbledon sebelumnya kurang memuaskan. Tahun lalu ia tersingkir di putaran pertama, dan sebelumnya belum pernah melewati babak keempat. Namun, semangat juang yang ditunjukkan sepanjang turnamen menjadi pembeda. Gauff menjadi petenis wanita pertama dalam 30 tahun yang mencapai semifinal dengan empat kemenangan tiga set beruntun.
Pertandingan berjalan alot sejak awal. Gauff melakukan empat kali double fault dan 17 kesalahan sendiri di set pertama. Namun, ia mampu bangkit di set kedua dengan memanfaatkan penurunan performa Pegula. Momentum berbalik ketika Gauff melakukan break di awal set kedua dan mempertahankan keunggulan untuk memaksa set penentuan.
Di set ketiga, pertarungan sengit terus terjadi. Pegula sempat menyamakan kedudukan setelah tertinggal, tetapi Gauff segera merespons dengan merebut servis lawan dan menutup pertandingan pada match point pertamanya. "Saya pikir banyak orang mengira saya akan tersingkir di putaran pertama atau kedua," ujar Gauff bercanda usai pertandingan. "Setelah tujuh tahun bermain di turnamen ini, ini pertama kalinya saya berjalan ke Centre Court tanpa merasa gugup. Apa saya sudah menjadi veteran?"
Bagi Pegula, kekalahan ini menjadi pukulan telak. Petenis berusia 31 tahun itu masih harus menunggu lebih lama untuk meraih gelar Grand Slam pertamanya. Ia mungkin akan menyesali peluang yang terbuang, terutama setelah tampil dominan di set pertama.
Di semifinal, Gauff akan menghadapi pemenang pertandingan antara Naomi Osaka dan Karolina Muchova. Dengan performa yang semakin meningkat, Gauff berpeluang menjadi petenis Amerika pertama yang memenangkan Wimbledon sejak Serena Williams pada 2016. Pertanyaannya, mampukah ia mempertahankan konsistensi dan mengatasi tekanan di panggung terbesar tenis dunia?



