Vivell Pimpin Perburuan Andrey Santos: Suksesor Casemiro di Manchester United?
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengincar Andrey Santos, gelandang Chelsea berusia 21 tahun, sebagai pengganti Casemiro yang hengkang musim panas ini.
- Christopher Vivell, mantan eksekutif Chelsea yang kini bergabung dengan manajemen United, memimpin negosiasi dengan agen pemain asal Brasil tersebut.
- Santos, yang dipinjamkan ke Strasbourg musim lalu, mencatatkan 13 kontribusi gol dan rata-rata 4,4 tekel per laga—angka yang identik dengan performa Casemiro di musim pertamanya bersama United.

Manchester United tengah membidik Andrey Santos, gelandang muda Chelsea, sebagai calon pengganti Casemiro yang telah resmi meninggalkan Old Trafford. Langkah ini dipandang sebagai upaya serius untuk mengisi kekosongan di lini tengah yang ditinggalkan pemain Brasil berusia 34 tahun itu, yang performanya menurun drastis pada Piala Dunia 2026.
Menurut laporan Fabrizio Romano, minat United terhadap Santos dipimpin langsung oleh Christopher Vivell, mantan kepala rekrutmen Chelsea yang kini menjabat di jajaran manajemen Setan Merah. Vivell, yang mengenal betul potensi Santos sejak masih di Stamford Bridge, telah mengadakan dua pertemuan dengan agen pemain, Juliano Bertoi, sejak Februari lalu. Meski Chelsea belum menerima tawaran resmi, sumber internal menyebut Santos masuk dalam daftar prioritas United untuk bursa transfer musim panas ini.
Kepergian Casemiro meninggalkan celah besar. Meski sempat menjadi pilar di bawah asuhan Michael Carrick pada 2026, performanya di Piala Dunia—saat ditarik keluar di babak pertama melawan Maroko dan melakukan kesalahan krusial saat melawan Jepang—menjadi sinyal bahwa era keemasannya telah berakhir. United, yang belum merekrut satu pun pemain baru jelang pramusim, kini bergegas mencari sosok yang bisa langsung beradaptasi dengan kerasnya Premier League.
Santos, yang dipinjamkan ke Strasbourg musim lalu, menunjukkan keseimbangan langka antara kemampuan bertahan dan menyerang. Pengamat sepak bola Brasil, Filippo Silva, bahkan menyebutnya sebagai perpaduan antara Bruno Guimarães dan Casemiro. "Dia memiliki visi permainan dan agresivitas seperti Guimarães, namun juga keganasan dalam merebut bola ala Casemiro," ujar Silva. Perbandingan ini makin relevan mengingat Guimarães—yang dikaitkan dengan Arsenal—tampil impresif bersama Newcastle di Piala Dunia dengan empat assist, sementara Casemiro justru menjadi titik lemah Brasil.
Bagi United, merekrut Santos bukan tanpa risiko. Pemain berusia 21 tahun itu belum pernah tampil reguler di Premier League, dan harga yang disebutkan mencapai £50 juta—angka yang cukup besar untuk pemain yang masih perlu membuktikan konsistensi. Namun, pendekatan INEOS yang mengutamakan pemain siap pakai—seperti terlihat pada perburuan Elliot Anderson dan Mateus Fernandes—menunjukkan bahwa Santos dianggap memiliki kapasitas untuk langsung bersaing di level tertinggi.
Dari sisi Brasil, kepergian Casemiro dan Neymar dari skuad nasional membuka peluang bagi Santos untuk menjadi wajah baru lini tengah Seleção. Pelatih Carlo Ancelotti, yang kini menangani timnas, dipercaya akan memberikan kesempatan kepada pemain-pemain muda seperti Santos untuk membangun kembali dominasi Brasil di kancah global.
Pertanyaan besarnya: akankah Chelsea, yang tengah dalam proses restrukturisasi skuad, rela melepas aset berharga mereka ke rival sekota? Ataukah United harus mencari opsi lain seperti Aurelien Tchouameni dari Real Madrid? Satu hal yang pasti, langkah Vivell menunjukkan bahwa United tidak main-main dalam membangun kembali lini tengah era pasca-Casemiro.



