DeXe Tembus $29: Gelombang Modal Berburu Token DeFi dan DAO
Baca dalam 60 detik
- Harga DeXe melonjak 5% ke $29,08, melampaui level resistensi kunci $24,20, didorong rotasi modal ke sektor DeFi dan DAO.
- Sentimen sosial menunjukkan pergeseran minat investor ke token tata kelola terdesentralisasi, dengan AAVE dan MORPHO juga mencatat kenaikan.
- Analis memperkirakan target berikutnya di $30,31, namun risiko koreksi jangka pendek tetap ada karena RSI sudah memasuki zona jenuh beli.

Harga token DeXe (DEXE) melesat ke level tertinggi dalam lebih dari setahun, menembus angka $29 dan mengungguli pergerakan pasar kripto yang cenderung datar. Lonjakan ini bukan sekadar fluktuasi harian, melainkan sinyal kuat dari rotasi modal yang mulai berburu aset di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) dan organisasi otonom terdesentralisasi (DAO).
Dalam 24 jam terakhir, DEXE mencatat kenaikan sekitar 5% menjadi $29,08, sementara mayoritas altcoin besar justru stagnan. Data sentimen sosial mengonfirmasi bahwa arus dana investor sedang bergeser ke token-token yang terkait dengan tata kelola DeFi. Selain DEXE, AAVE dan MORPHO juga ikut menikmati angin segar ini, menandakan bahwa pergerakan ini bersifat sektoral, bukan sekadar aksi spekulasi individu.
Yang menarik, reli ini tidak dipicu oleh satu berita besar atau pengumuman fundamental tertentu. Para analis menilai bahwa pergerakan harga lebih didorong oleh narasi dan selektivitas risiko di kalangan pelaku pasar. "Ini adalah contoh klasik dari narrative-based flow, di mana investor memilih sektor tertentu berdasarkan prospek jangka panjang, bukan sekadar mengikuti hype," ujar seorang analis kripto yang enggan disebut namanya.
Dari sisi teknikal, DEXE berhasil menyelesaikan pola cup-and-handle dan menembus level resistensi kritis di $24,20. Saat ini harga bertengger di atas seluruh rata-rata pergerakan utama, mengonfirmasi tekanan beli yang berkelanjutan. Indikator Relative Strength Index (RSI) dalam periode 7 hari berada di angka 70,37, menandakan momentum bullish yang kuat, meskipun sudah mendekati zona jenuh beli.
Para pedagang kini mencermati level Fibonacci extension 1.272 di $30,31 sebagai target jangka pendek berikutnya. Jika berhasil ditembus, bukan tidak mungkin DEXE akan mengincar level $38,09. Namun, risiko tetap ada. Jika harga gagal bertahan di atas $24,20 dalam penutupan harian, integritas breakout ini akan dipertanyakan dan bisa memicu koreksi menuju level Fibonacci 50% di kisaran $21,15.
Bagi investor di Indonesia, fenomena ini patut dicermati. Meskipun pasar kripto domestik masih didominasi oleh Bitcoin dan Ethereum, rotasi modal ke sektor DeFi dan DAO menunjukkan bahwa investor mulai melirik proyek-proyek dengan utilitas nyata. Namun, perlu diingat bahwa volatilitas token semacam DEXE masih sangat tinggi, dan keputusan investasi sebaiknya didasarkan pada riset fundamental, bukan sekadar mengikuti tren sesaat.
Ke depan, pertanyaan besarnya adalah apakah rotasi modal ini akan berkelanjutan atau hanya sekadar aksi ambil untung jangka pendek. Dengan RSI yang sudah memasuki wilayah overbought, konsolidasi dalam waktu dekat sangat mungkin terjadi. Namun, jika naratif DeFi dan DAO terus mendapat dukungan, bukan tidak mungkin DEXE akan menjadi salah satu bintang baru di langit kripto.



