Kapten Inggris Jamie George: 'Air Caluori' Bisa Jadi Senjata Baru Lawan Fiji
Baca dalam 60 detik
- Pemain sayap remaja Noah Caluori, yang dijuluki 'Air Caluori', siap menjalani debut bersama Inggris dalam laga Nations Championship melawan Fiji.
- Kapten Jamie George memuji kemampuan atletik Caluori yang disebutnya langka dan bisa menjadi pembeda di tengah tren buruk Inggris yang kalah lima kali beruntun.
- Pertandingan ini menjadi ujian bagi pelatih Steve Borthwick untuk membalikkan keadaan, dengan Caluori diharapkan memberi dampak instan dari bangku cadangan.

Kapten tim nasional Inggris, Jamie George, menyambut antusias kemungkinan debut pemain sayap remaja Noah Caluori saat menghadapi Fiji dalam laga Nations Championship di Liverpool, Sabtu (12/7). George menyebut pemain berusia 19 tahun itu sebagai bakat istimewa yang mampu mengubah dinamika permainan lewat kemampuan udaranya yang luar biasa.
Caluori, yang lahir di London dari ayah Swiss dan ibu Nigeria, dijadwalkan turun dari bangku cadangan. Pertandingan ini menjadi krusial bagi pelatih Steve Borthwick yang tengah berada di bawah tekanan setelah Inggris menelan lima kekalahan beruntun, termasuk kekalahan telak 45-21 dari Afrika Selatan di Johannesburg akhir pekan lalu.
Dalam sesi jumpa pers di Stadion Hill Dickinson milik Everton, George mengungkapkan kekagumannya pada Caluori yang dijuluki 'Air Caluori' oleh rekan setim. "Dia bakat istimewa. Saya sangat bersemangat untuknya," ujar George. "Dia membeli headset realitas virtual (VR) dengan gaji pertamanya dan hanya itu yang dia lakukan minggu ini. Dia mungkin lebih fokus pada VR daripada fakta bahwa dia akan bermain melawan Fiji."
George menegaskan bahwa kemampuan atletik Caluori sulit ditandingi. "Sangat sedikit orang yang memiliki kemampuan atletik seperti dia. Saya benar-benar belum pernah melihat yang seperti ini. Dia bisa melakukan hal-hal yang secara fisik tidak bisa dilakukan orang lain, dan itu indah saat dia melakukannya dengan benar. Kegembiraan ini sudah sepantasnya karena kami sudah lama tidak memiliki pemain seperti ini," tambahnya.
Di sisi lain, George juga menyadari kekecewaan para penggemar terhadap performa tim. "Saya paham dan merasakan frustrasi penggemar atas hasil dan performa kami selama ini. Kami fokus secara internal untuk memperbaiki masalah yang ada. Tapi kami tidak bisa membuang seluruh energi ke hal negatif. Kami juga harus fokus pada apa yang kami lakukan dengan baik," jelas George. Ia optimistis timnya akan menunjukkan peningkatan signifikan melawan Fiji dan bahkan lebih baik lagi saat menghadapi Argentina pekan depan.
Bagi pecinta rugby di Indonesia, kemunculan Caluori bisa menjadi tontonan menarik karena gaya bermainnya yang atletis dan spektakuler. Meski rugby belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, turnamen Nations Championship yang disiarkan secara global membuka peluang bagi penggemar untuk menyaksikan bakat baru ini. Kehadiran pemain dengan latar belakang multikultural seperti Caluori juga mencerminkan semakin beragamnya wajah rugby internasional.
Pertandingan Inggris vs Fiji di Nations Championship ini tidak hanya menjadi ajang pembuktian bagi Caluori, tetapi juga ujian bagi Borthwick untuk menyelamatkan posisinya. Akankah 'Air Caluori' mampu terbang tinggi dan membawa Inggris keluar dari krisis? Atau justru Fiji yang akan memperpanjang derita tim Tiga Singa?



