Lando Norris: Gelar Juara F1 2025 Masih Bisa Dipertahankan, Meski Tertinggal 91 Poin
Baca dalam 60 detik
- Pembalap McLaren, Lando Norris, mengaku tetap percaya diri bisa mempertahankan gelar juara dunia F1 meski berada di posisi kelima dengan defisit 91 poin dari pemimpin klasemen.
- Merujuk comeback Max Verstappen musim lalu yang nyaris menyalip Oscar Piastri, Norris menilai peluang matematis masih terbuka dengan 12 seri tersisa.
- Kemenangan perdananya di Hungaria menjadi titik balik mental, membuat Norris merasa lebih rileks dan siap bertarung di paruh kedua musim.

ZANDVOORT, BELANDA — Lando Norris menegaskan keyakinannya untuk mempertahankan gelar juara dunia Formula One musim ini, meski ia mengakui posisinya saat ini tidak sedang dalam persaingan terdepan. Pembalap McLaren itu memulai paruh kedua musim dengan tertinggal 91 poin dari pemimpin klasemen, Kimi Antonelli dari Mercedes, dan berada di peringkat kelima klasemen sementara.
Dalam sesi kualifikasi sprint Grand Prix Belanda di Sirkuit Zandvoort, Sabtu (21/8), Norris berhasil mengamankan posisi start di baris terdepan. Namun, angka defisit yang besar membuat peluangnya mengejar ketertinggalan tampak tipis. Dengan maksimal 12 seri tersisa—atau bahkan hanya 11 jika dua balapan terakhir di Timur Tengah dibatalkan dan diganti satu seri Eropa—Norris harus memangkas rata-rata lebih dari 7,5 poin per balapan untuk bisa menyalip Antonelli.
Meski demikian, secara matematis peluang itu masih terbuka. Norris mencontohkan kebangkitan Max Verstappen musim lalu, yang mampu memangkas defisit 104 poin dari rekan setim Norris, Oscar Piastri, pada akhir Agustus dan finis hanya terpaut dua poin di belakang Norris di akhir musim. "Tahun ini saya tidak merasa tertekan sama sekali. Saya merasa sangat rileks," ujar Norris kepada wartawan di Zandvoort. "Ada dua alasan: pertama karena pencapaian saya tahun lalu, kedua karena saya tidak sedang dalam pertarungan."
Ketika ditanya apakah ia benar-benar percaya pada pernyataannya itu, mengingat insting setiap pembalap untuk bertarung, Norris menjelaskan maksudnya. "Tentu saja saya dalam pertarungan. Jika Anda ingin membandingkan dengan Max musim lalu, silakan. Tapi bukan itu maksud saya. Saya hanya tidak berada di posisi pertama atau kedua klasemen," katanya. "Max juga tidak merasa sedang dalam pertarungan di titik ini musim lalu. Jadi itu hanya ungkapan saja. Saya tetap percaya ini mungkin... masih ada peluang. Dan jika ada peluang, saya ingin memperjuangkannya."
Kemenangan perdana McLaren musim ini di Hungaria bulan lalu menjadi titik balik penting bagi Norris. Sebelumnya, ia mengaku sulit menemukan alasan untuk percaya diri. "Tidak banyak alasan untuk percaya bahwa ini mungkin terjadi sebelum Budapest," ungkapnya. "Jadi sekarang pertanyaannya menjadi lebih nyata." Musim lalu, Norris finis kedua di Zandvoort namun gagal finis di balapan utama, meninggalkannya tertinggal 34 poin dari Piastri—yang kemudian menjadi kemenangan terakhir pembalap Australia itu hingga kini.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, persaingan gelar musim ini menawarkan drama yang menarik. Dengan kehadiran pembalap muda seperti Antonelli yang memimpin klasemen, dan Norris yang mencoba bangkit, dinamika kejuaraan menjadi tidak terduga. Siaran langsung balapan yang tayang di berbagai platform digital di Indonesia dipastikan akan semakin seru, terutama jika Norris mampu memangkas poin secara konsisten di seri-seri berikutnya.
Pertanyaannya kini: apakah Norris mampu mengulang pola comeback seperti Verstappen musim lalu, atau justru Antonelli akan semakin menjauh? Dengan karakter sirkuit Eropa yang tersisa, termasuk Monza dan Singapura yang terkenal menuntut presisi, peluang masih terbuka lebar. Namun, waktu terus berjalan, dan setiap balapan menjadi penentu.



