Amy Hunt Kembali Bersinar: Posisi Kedua di Lausanne Setelah Sapu Bersih Emas Eropa
Baca dalam 60 detik
- Amy Hunt finis kedua di nomor 200m putri Diamond League Lausanne dengan catatan 22,32 detik, hanya kalah dari Kayla White.
- Kemenangan ini menegaskan konsistensi Hunt setelah sukses meraih empat medali emas di Kejuaraan Eropa Birmingham pekan lalu.
- Dengan absennya Shericka Jackson karena cedera, persaingan menuju final Brussels diprediksi semakin ketat.

Atlet sprinter Inggris, Amy Hunt, kembali menunjukkan taringnya di kancah internasional. Pada ajang Diamond League di Lausanne, Swiss, Rabu (21/8) waktu setempat, ia merebut posisi kedua nomor 200 meter putri dengan catatan waktu 22,32 detik. Hasil ini sekaligus mengukuhkan performa impresifnya setelah pekan sebelumnya sukses menyapu bersih empat medali emas di Kejuaraan Eropa di Birmingham.
Kemenangan pada perlombaan itu diraih pelari Amerika Serikat, Kayla White, yang mencatat waktu 22,18 detik. Sementara itu, atlet Nigeria, Favour Ofili, harus puas finis ketiga setelah kalah tipis dari Hunt dalam photo finish. Situasi perlombaan semakin dramatis ketika juara dunia 2022, Shericka Jackson, mengalami cedera hamstring dan terpaksa berhenti di tikungan. Dua kali juara Diamond League, Brittany Brown, juga tidak tampil dalam lomba tersebut.
Bagi Hunt, hasil ini menjadi pembuktian bahwa performanya di Kejuaraan Eropa bukan sekadar kebetulan. Di Birmingham, ia tampil luar biasa dengan merebut emas di nomor 100m, 200m, estafet 4x100m putri, dan estafet 4x100m campuran. Prestasi ini menjadikannya atlet pertama dalam sejarah yang mampu memenangkan empat medali emas dalam satu edisi Kejuaraan Eropa. Sebuah pencapaian yang tentu saja menempatkan namanya di jajaran elit atletik Eropa.
Dari sudut pandang Indonesia, performa Hunt dan rival-rivalnya di Diamond League menjadi tontonan menarik sekaligus pelajaran berharga. Ketatnya persaingan di level tertinggi menunjukkan bahwa konsistensi dan ketahanan fisik adalah kunci utama. Bagi para atlet Indonesia yang tengah mempersiapkan diri menuju SEA Games atau Asian Games, ajang seperti ini memberikan gambaran nyata tentang standar kompetisi internasional yang harus mereka kejar.
Kemenangan Kayla White di Lausanne juga menegaskan dominasi sprinter Amerika di nomor 200m putri. Namun, kehadiran Hunt sebagai ancaman serius menunjukkan bahwa persaingan di nomor ini semakin terbuka. Dengan Jackson yang cedera, peluang untuk merebut gelar juara umum Diamond League musim ini menjadi lebih cair. Para pengamat menilai, konsistensi Hunt dalam beberapa perlombaan ke depan akan menjadi faktor penentu.
Menariknya, catatan waktu Hunt di Lausanne (22,32 detik) masih di bawah rekor pribadinya musim ini yang mencapai 22,19 detik. Ini menandakan bahwa ia masih memiliki ruang untuk meningkatkan performa. Sementara itu, Favour Ofili yang nyaris mengalahkan Hunt di garis finis juga menunjukkan perkembangan pesat. Persaingan antara Hunt, White, dan Ofili diprediksi akan menjadi sajian menarik di sisa musim Diamond League.
Dengan jadwal padat yang menanti, yaitu Silesia, Zurich, dan Brussels, pertanyaan besarnya adalah: mampukah Hunt mempertahankan konsistensinya dan merebut gelar pertamanya di Diamond League? Atau justru Jackson yang akan bangkit dari cedera dan kembali mendominasi? Yang jelas, musim ini menjadi salah satu musim paling kompetitif dalam beberapa tahun terakhir.



