Belgium Hancurkan Tuan Rumah AS 4-1: Langkah Pasti ke Perempat Final Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Charles De Ketelaere mencetak dua gol untuk membawa Belgia menang telak 4-1 atas Amerika Serikat di babak 16 besar Piala Dunia 2026.
- Kesalahan fatal kiper Matt Freese dan bek Chris Richards menjadi titik balik yang menguntungkan Belgia, mempertegas dominasi Eropa di turnamen.
- Kemenangan ini membuka peluang Belgia bertemu Spanyol di perempat final, sekaligus mengirim sinyal peringatan bagi tim-tim Asia yang akan berlaga.

Belgia memastikan tempat di perempat final Piala Dunia 2026 setelah menundukkan tuan rumah Amerika Serikat dengan skor telak 4-1 di Seattle Stadium, dalam laga yang memperlihatkan ketangguhan tim asuhan Domenico Tedesco di bawah tekanan.
Pertandingan yang berlangsung pada babak 16 besar ini menjadi panggung bagi Charles De Ketelaere untuk bersinar. Pemain AC Milan itu mencetak dua gol, sementara Hans Vanaken dan Romelu Lukaku masing-masing menyumbang satu gol. Satu-satunya gol balasan AS datang dari Malik Tillman melalui tendangan bebas yang membentur pagar betis pada menit ke-31. Namun, keunggulan itu hanya bertahan dua menit sebelum De Ketelaere kembali memimpin Belgia.
Keputusan pelatih Belgia untuk menurunkan pemain pelapis seperti Nathan Ngoy dan Amadou Onana, serta menyimpan Kevin De Bruyne di bangku cadangan, sempat dipertanyakan. Namun, strategi itu terbukti jitu. Belgia tampil agresif sejak menit awal, menekan pertahanan AS yang tampak goyah. Nicolas Raskin menjadi motor serangan dengan assist pertamanya untuk De Ketelaere pada menit kesembilan.
Babak kedua menjadi saksi kehancuran AS. Pada menit ke-57, kiper Matt Freese yang ragu-ragu menguasai bola di kotak penalti membiarkan De Ketelaere memblok tendangannya. Bola jatuh ke kaki Vanaken yang dengan tenang melengkungkan bola dari jarak 35 yard melewati Freese dan Ream. Gol ketiga itu memupus harapan AS untuk bangkit. Di masa injury time, kesalahan Chris Richards yang gagal mengontrol umpan dimanfaatkan Vanaken untuk mengirim bola ke Lukaku, yang menuntaskan peluang dengan tendangan akurat.
Bagi Indonesia, laga ini memberikan gambaran betapa pentingnya disiplin pertahanan dan ketenangan di bawah tekanan. Kesalahan individu seperti yang dilakukan Freese dan Richards bisa menjadi pembeda di level tertinggi. Timnas Indonesia yang tengah mempersiapkan diri untuk Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia bisa belajar dari kegagalan AS dalam mengelola tekanan di kandang sendiri. Selain itu, dominasi Belgia yang memanfaatkan peluang secara efisien menjadi contoh bahwa kualitas finishing adalah kunci di turnamen besar.
Dengan kemenangan ini, Belgia akan menghadapi Spanyol di perempat final. Spanyol sendiri lolos setelah mengalahkan Kroasia 3-0. Pertemuan ini diprediksi akan menjadi ujian sesungguhnya bagi Belgia, mengingat Spanyol memiliki rekor apik di turnamen internasional. Sementara itu, AS harus pulang lebih awal, meninggalkan kekecewaan di hadapan pendukung sendiri. Pertanyaan besarnya: mampukah Belgia mempertahankan performa ini hingga final, atau justru Spanyol yang akan menghentikan langkah mereka?



