Debutan Meksiko Isaac del Toro Menangi Etape Kedua Tour de France, Vingegaard Tetap di Puncak
Baca dalam 60 detik
- Pembalap Meksiko berusia 22 tahun, Isaac del Toro, menjuarai etape kedua Tour de France 2025 di Barcelona, mengungguli rekan setimnya Tadej Pogacar.
- Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Meksiko dalam sejarah Tour de France, sekaligus menunjukkan dominasi tim UAE Emirates-XRG di klasemen umum.
- Jonas Vingegaard masih memegang jersey kuning, namun Pogacar kini hanya tertinggal enam detik, memperketat persaingan menuju etape pegunungan.

Pembalap debutan asal Meksiko, Isaac del Toro, menorehkan sejarah pada etape kedua Tour de France, Minggu (6/7/2025), dengan merebut kemenangan etape pertamanya di ajang balap sepeda paling bergengsi dunia. Del Toro, yang baru berusia 22 tahun, finis terdepan di Montjuic, Barcelona, mengungguli rekan setimnya di UAE Team Emirates-XRG, Tadej Pogacar, yang harus puas di posisi kedua.
Etape sepanjang 168,5 kilometer dari Tarragona ke Barcelona ini menyajikan rute berbukit dengan tanjakan curam menjelang finis. Del Toro memanfaatkan momentum di tanjakan terakhir untuk memisahkan diri dari rombongan, meninggalkan pesaing berat seperti Remco Evenepoel yang finis ketiga dan pemegang jersey kuning Jonas Vingegaard di posisi keempat. "Ini segalanya bagi saya. Saya tidak percaya bisa melakukan ini. Ini berkat kerja keras tim, keluarga, dan teman-teman," ujar Del Toro penuh haru seusai balapan.
Kemenangan ini bukan sekadar prestasi pribadi, melainkan juga bukti kekuatan kolektif UAE Team Emirates-XRG. Pogacar, yang empat kali juara Tour de France, dengan sengaja mengorbankan peluangnya untuk merebut kemenangan etape demi memberi ruang bagi Del Toro. Langkah ini, menurut analis, akan meningkatkan moral tim sekaligus mempertegas dominasi mereka di klasemen umum. Pogacar berhasil mengumpulkan enam detik bonus dan kini naik ke peringkat kedua klasemen, hanya tertinggal enam detik dari Vingegaard.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, momen ini menarik karena menunjukkan bahwa talenta muda dari luar Eropa mulai mendominasi panggung Tour de France. Del Toro, yang sebelumnya hanya dikenal di kalangan penggemar balap sepeda, kini menjadi sorotan global. Keberhasilannya juga membuka peluang bagi pembalap Asia, termasuk Indonesia, untuk bermimpi menembus ajang elit ini, meski masih membutuhkan dukungan infrastruktur dan pembinaan yang lebih serius.
Di sisi lain, persaingan ketat antara Vingegaard dan Pogacar semakin memanas. Vingegaard, yang memenangi Tour pada 2022 dan 2023, harus bekerja ekstra keras mempertahankan jersey kuningnya. Etape ketiga pada Senin (7/7) akan menjadi ujian sesungguhnya dengan rute pegunungan menuju Les Angles. Namun, kabar kebakaran hutan di dekat garis finis menimbulkan kekhawatiran akan potensi perubahan rute atau penundaan. Manajemen balapan masih memantau situasi dan akan mengambil keputusan berdasarkan kondisi terkini.
Dengan masih 19 etape tersisa, pertanyaan besarnya adalah: akankah Vingegaard mampu bertahan dari tekanan Pogacar dan tim UAE, atau justru Del Toro yang akan menjadi kuda hitam di edisi tahun ini? Satu hal yang pasti, Tour de France 2025 baru saja dimulai dengan kejutan yang membuat persaingan semakin menarik untuk diikuti.



