Tour de France 2026: Favorit Hadapi Ujian Pyrenees di Col du Tourmalet
Baca dalam 60 detik
- Tahap keenam Tour de France 2026 akan membawa para pebalap melewati Col du Tourmalet, tanjakan ikonik sepanjang 186,2 km dengan akumulasi tanjakan 4.100 meter.
- Panitia sengaja memperpendek rute Pyrenees agar persaingan klasemen tetap terbuka hingga pekan terakhir di Alpen, namun Tourmalet tetap menjadi medan pertempuran kunci.
- Para direktur tim memperkirakan serangan dari Tadej Pogacar atau Jonas Vingegaard di tanjakan tersebut, meski ada yang meragukan akan terjadi selisih waktu besar.

Para favorit Tour de France 2026 akan menghadapi ujian ketinggian pertama yang sesungguhnya pada Kamis (9/7) saat peleton melintasi Col du Tourmalet, tanjakan legendaris yang menjadi penentu awal persaingan di Pegunungan Pyrenees. Tahap keenam sepanjang 186,2 kilometer dari Pau menuju Gavarnie-Gedre ini menawarkan akumulasi tanjakan mencapai 4.100 meter yang tersebar di lima pendakian terklasifikasi, termasuk finis menanjak yang menuntut kekuatan ekstra dari para pebalap.
Col du Tourmalet, yang puncaknya berada 38 kilometer sebelum garis finis, merupakan salah satu tanjakan paling bersejarah dalam ajang balap sepeda terbesar di dunia. Meskipun panitia balapan sengaja meringankan rute Pyrenees dibanding edisi sebelumnya—dengan tujuan menjaga persaingan klasemen tetap hidup hingga pekan terakhir di Alpen—Tourmalet tetap menjadi medan tempur yang tidak bisa diabaikan. Direktur olahraga penyelenggara, Jean-Michel Monin, menilai bahwa pebalap serba bisa dan spesialis tanjakan akan menjadi aktor utama di etape ini, sementara para kontestan klasemen umum mungkin tidak akan langsung berebut kemenangan etape, melainkan lebih fokus mengatur ritme.
“Saya pikir pebalap serba bisa dan pendaki akan menandai etape ini, karena ada kemungkinan pemenang etape berasal dari rombongan breakaway pagi yang bertahan hingga finis di dekat Cirques of Gavarnie yang megah,” ujar Monin. “Saya tidak yakin para pesaing klasemen umum akan mengejar kemenangan etape, tetapi tergantung selisih waktu di puncak Col d’Aspin (30 km sebelum Tourmalet), tim pendukung mereka mungkin akan memacu kecepatan di Tourmalet yang memang tanjakan berat.”
Direktur olahraga tim Decathlon CMA CGM, Julien Jurdie, memperkirakan akan terjadi pertarungan sengit di antara para favorit. Menurutnya, tidak mungkin tim UAE Emirates-XRG atau Visma-Lease a Bike—yang menaungi Tadej Pogacar dan Jonas Vingegaard—diam saja di tanjakan sekeras Tourmalet. “Semua bahan sudah tersedia untuk pertempuran yang indah antara para favorit klasemen. Saya pikir ‘Pogi’ ingin menguji lawan-lawannya,” ujar Jurdie. Namun, CEO UAE Team Emirates-XRG, Mauro Gianetti, justru meredam ekspektasi dengan menyebut etape ini penting tetapi tidak akan menciptakan selisih waktu besar.
Bagi penggemar balap sepeda di Indonesia, Tour de France tetap menjadi tontonan bergengsi yang menyajikan drama tak terduga. Meski jarang ada pebalap Asia Tenggara yang tampil di ajang ini, persaingan antara Pogacar dan Vingegaard—dua pebalap yang telah mendominasi tiga edisi terakhir—selalu menarik perhatian. Pogacar, yang dikenal agresif di tanjakan, kemungkinan akan mencoba melancarkan serangan awal untuk menguji kekuatan Vingegaard yang lebih defensif. Sementara itu, pebalap lain seperti Primoz Roglic atau Remco Evenepoel juga berpotensi memanfaatkan situasi jika kedua favorit saling mengawasi.
Sejarah mencatat bahwa tiga tahun lalu, Jonas Vingegaard justru melancarkan serangan di Col du Tourmalet meskipun puncaknya berada 47 km dari finis, namun ia akhirnya tercecer di tanjakan terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa jarak puncak ke finis tidak selalu menjadi penghalang bagi aksi spektakuler. Dengan rute Pyrenees yang lebih ringan, para pebalap mungkin akan lebih berani mengambil risiko karena masih ada cadangan tenaga untuk pekan terakhir di Alpen.
Pertanyaannya kini: akankah Tourmalet menjadi panggung pembuktian bagi sang juara bertahan, atau justru menjadi jebakan yang mengubah peta persaingan? Semua akan terjawab saat peleton menanjak menuju puncak legendaris tersebut.



