Tottenham Siapkan Dana Rp2 Triliun untuk Rekrut Winger Baru: Pedro Neto Jadi Alternatif Mahal
Baca dalam 60 detik
- Tottenham Hotspur mengincar dua winger utama, Savinho dan Cody Gakpo, namun jika gagal, mereka siap beralih ke Pedro Neto dari Chelsea dengan banderol ยฃ100 juta.
- Pedro Neto dianggap lebih konsisten dan kreatif dibanding Mathys Tel dan Savinho, dengan torehan 10 gol dan 10 assist musim lalu, meski harganya dinilai terlalu mahal.
- Keputusan transfer ini akan menentukan kedalaman skuad Spurs musim depan, sekaligus menjadi sinyal ambisi klub untuk kembali bersaing di papan atas Premier League.

Menjelang dimulainya musim Premier League akhir pekan ini, Tottenham Hotspur masih belum tuntas memburu tambahan amunisi di lini sayap. Klub asal London utara itu dikabarkan telah menyiapkan dana segar hingga ยฃ100 juta (sekitar Rp2 triliun) untuk mengamankan jasa winger Chelsea, Pedro Neto, sebagai rencana cadangan jika dua target utama gagal direalisasikan.
Sejak bursa transfer musim panas dibuka, Spurs memang gencar memperkuat lini tengah dan pertahanan. Mateus Fernandes ditebus dari Sporting seharga ยฃ85 juta, sementara Sandro Tonali didatangkan dari AC Milan dengan nilai transfer ยฃ100 juta. Namun, untuk posisi sayap, pergerakan mereka terbilang lambat. Dua nama utama yang masuk radar adalah Savinho dari Manchester City dan Cody Gakpo dari Liverpool. Savinho, yang sudah lama diincar sejak musim panas 2025, disebut-sebut semakin dekat untuk bergabung. Sementara Gakpo, meski menjadi target, kepindahannya masih bergantung pada kesediaan Liverpool melepas pemain asal Belanda itu, yang konon hanya akan terjadi jika The Reds berhasil mendatangkan dua winger baru sebagai pengganti.
Jika kedua transfer tersebut gagal, Tottenham dikabarkan telah menyiapkan opsi darurat dengan mengarahkan bidikan ke Pedro Neto. Menurut laporan TEAMtalk, Manchester City dan Spurs telah melakukan pembicaraan awal dengan Chelsea terkait ketersediaan pemain asal Portugal tersebut. Al-Hilal, klub asal Arab Saudi, juga dikabarkan tertarik dan telah mengajukan tawaran sekitar ยฃ60 juta, namun ditolak Chelsea yang membanderol Neto dengan harga ยฃ100 juta.
Keputusan untuk menggelontorkan dana sebesar itu tentu mengundang pertanyaan. Pasalnya, Neto, yang kini berusia 26 tahun, memang belum pernah menjadi mesin gol yang produktif. Namun, statistiknya musim lalu menunjukkan peningkatan signifikan: ia mencetak 10 gol dan 10 assist di semua kompetisi, jauh lebih baik dibanding Mathys Tel dan Savinho yang masing-masing hanya mencetak 4 gol. Kreativitas Neto juga patut diperhitungkan. Saat masih membela Wolves pada musim 2023/24, ia mencatatkan 9 assist dalam 20 pertandingan, dengan tingkat assist per 90 menit mencapai 0,53โangka yang menempatkannya di 2 persen winger terbaik Premier League. Ia juga termasuk dalam 7 persen pemain sayap paling kreatif dengan rata-rata 2,25 peluang tercipta per 90 menit.
Di sisi lain, Mathys Tel, yang sempat diragukan performanya, justru tampil menonjol sepanjang pramusim. Pemain asal Prancis berusia 21 tahun itu mencetak gol tendangan bebas melawan Sydney FC, memberikan assist saat melawan Auckland, dan dua assist dalam kemenangan 3-0 atas Hoffenheim. Penampilannya yang enerjik di sisi kiri membuat banyak bek kesulitan menghentikannya. Namun, jika Spurs berhasil mendatangkan Gakpo dan Savinho, posisi Tel di tim utama akan terancam. Gakpo, yang musim lalu mencetak 18 gol untuk Liverpool, jelas merupakan peningkatan kualitas. Meski begitu, Liverpool enggan melepasnya karena peran vitalnya di Anfield.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, pergerakan Tottenham ini menarik untuk disimak. Selain menunjukkan agresivitas belanja klub Premier League yang kerap menjadi barometer transfer dunia, keputusan Spurs juga berdampak pada persaingan di papan atas Inggris. Jika Neto benar-benar direkrut, ia akan bersaing dengan pemain-pemain sayap lain seperti Son Heung-min, Dejan Kulusevski, dan Brennan Johnson. Persaingan ketat ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia yang mulai berani berinvestasi besar untuk mendatangkan pemain asing berkualitas, meski tetap perlu mempertimbangkan nilai efektivitas dibanding sekadar gengsi.
Dengan sisa waktu kurang dari dua pekan sebelum bursa transfer ditutup, Tottenham harus bergerak cepat. Pertanyaannya, apakah mereka berani memenuhi permintaan Chelsea yang dinilai terlalu tinggi untuk Neto? Atau akankah mereka mengalihkan fokus ke target lain yang lebih realistis? Keputusan ini akan menentukan seberapa kompetitif Spurs musim ini, sekaligus menjadi ujian bagi manajemen klub dalam bernegosiasi.



