Leclerc Menangi GP Inggris, Pimpinan Klasemen F1 Antonelli Makin Tertekan
Baca dalam 60 detik
- Charles Leclerc meraih kemenangan dramatis di GP Inggris setelah rival terdekatnya mengalami masalah teknis dan kecelakaan.
- Kimi Antonelli gagal mencetak poin untuk kedua kalinya dalam tiga balapan, membuat keunggulannya di klasemen menyusut menjadi 25 poin.
- Insiden safety car dan strategi pit yang berbeda mewarnai akhir balapan, memicu perdebatan tentang regulasi dan hiburan penonton.

Charles Leclerc membawa pulang kemenangan perdana musim ini di Grand Prix Inggris, Minggu (5/7), setelah rival utamanya, Kimi Antonelli, kembali gagal finis di zona poin. Balapan yang berlangsung di Sirkuit Silverstone itu diwarnai insiden kecelakaan Max Verstappen dan kemunculan safety car yang kontroversial, membuat posisi puncak klasemen pembalap semakin rapat.
Leclerc, yang start dari posisi ketiga, memanfaatkan masalah teknis pada mobil Antonelli 11 lap sebelum finis. Pebalap Mercedes itu sebelumnya tampak mengancam dengan kecepatan tinggi, namun tiba-tiba melambat dan melaporkan gangguan pada mobilnya. Keunggulan Antonelli di klasemen pun menyusut drastis menjadi hanya 25 poin, setelah ia gagal mencetak angka untuk kedua kali dalam tiga seri terakhir.
Kemenangan ini menjadi yang ke-250 bagi Ferrari di ajang Formula 1, sekaligus yang pertama bagi Leclerc sejak tahun lalu. Balapan disaksikan 175.000 penonton yang memadati tribun Silverstone, sirkuit yang menjadi saksi awal kejuaraan dunia F1 pada 1950. Namun, euforia kemenangan sedikit terusik oleh akhir balapan yang dianggap antiklimaks akibat safety car.
Insiden terjadi empat lap sebelum finis ketika Max Verstappen (Red Bull) mengalami kecelakaan, memicu safety car keluar. Situasi menjadi rumit ketika pesan dari race control sempat mengindikasikan safety car akan masuk pada lap terakhir, tetapi justru bertahan hingga tikungan akhir. Alhasil, aksi sprint dramatis yang dinantikan penonton tak pernah terjadi.
Strategi pit juga menjadi pembeda. Lewis Hamilton (Ferrari) memilih masuk pit untuk ban baru dan turun ke posisi ketiga, sementara George Russell (Mercedes) bertahan di lintasan. Keputusan berani Russell membuahkan hasil: ia finis kedua dan memangkas jarak poin dari rekan setimnya, Antonelli. Hamilton sendiri harus menjalani investigasi usai balapan terkait pelanggaran bendera kuning, selain penalti lima detik karena start curang.
Leclerc mengakui bahwa kemenangan ini tidak sesuai dengan skenario idealnya. "Sayangnya, akhir balapan mungkin bukan yang saya impikan," ujarnya. "Dengan Kimi, akan sangat ketat. Dia sangat cepat saat mendekati saya. Akan sangat sulit mempertahankan posisi pertama. Lalu saya dengar dia punya masalah, jadi saya pikir 'Oke, sekarang saya punya celah besar dan seharusnya mudah'." Ia juga mengakui bahwa penggemar mungkin kecewa, tetapi dari dalam helm, ia lega tidak ada restart yang bisa mengancam kemenangannya.
Bagi penggemar F1 di Indonesia, hasil ini menambah ketegangan di puncak klasemen. Antonelli yang sempat dominan kini mulai goyah, sementara Leclerc dan Russell menunjukkan konsistensi. Dengan 12 seri tersisa, persaingan gelar juara dunia musim ini diprediksi akan berlangsung sengit. Pertanyaan besarnya: mampukah Antonelli bangkit kembali, atau justru Leclerc yang akan memanfaatkan momentum?



