Kemenangan Perdana Hamilton di Ferrari: Dukungan Kim Kardashian Jadi Sorotan
Baca dalam 60 detik
- Lewis Hamilton meraih kemenangan perdananya bersama Ferrari di Grand Prix Barcelona, mengakhiri keraguan atas performanya setelah musim sulit.
- Kekasihnya, Kim Kardashian, hadir langsung dan mengunggah momen kemenangan di Instagram, memicu spekulasi tentang pengaruh hubungan pribadi terhadap performa atlet.
- Hamilton menjadi pembalap keempat di atas 40 tahun yang memenangi balapan F1 sejak 1958, menegaskan bahwa usia bukanlah penghalang.

Kemenangan perdana Lewis Hamilton bersama Ferrari di Grand Prix Barcelona, Minggu (14/6), tidak hanya menjadi catatan manis bagi pembalap berusia 41 tahun itu, tetapi juga menyorot peran sang kekasih, Kim Kardashian, yang hadir di sirkuit. Kehadiran selebritas dunia itu seolah menjadi angin segar di tengah tekanan yang dihadapi Hamilton sejak pindah dari Mercedes.
Hamilton, yang sempat meragukan kemampuannya sendiri setelah musim lalu penuh kritik, akhirnya membungkam keraguan dengan finis terdepan di Catalunya. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi pembalap asal Inggris itu bersama Ferrari, tim yang ia bela sejak awal musim 2026. Sebelumnya, Hamilton sempat menyatakan bahwa Ferrari mungkin perlu mencari pembalap baru jika dirinya tidak mampu bersaing.
Kim Kardashian, yang pertama kali dikaitkan dengan Hamilton pada awal tahun ini, tidak menyembunyikan kegembiraannya. Melalui Instagram, ia membagikan foto Hamilton disambut sorak sorai setelah balapan, disertai emoji piala dan hati merah. Ini bukan pertama kalinya Kardashian mendukung Hamilton; sebelumnya ia juga hadir di Grand Prix Monako dan Super Bowl 2026.
Manajer tim Mercedes, Toto Wolff, yang pernah bekerja sama dengan Hamilton meraih enam gelar juara dunia, menilai kebahagiaan pribadi pembalapnya turut berkontribusi. "Saya melihat wajahnya di podium, dia sangat bahagia. Mungkin kehadiran pacar membantu. Ketika seseorang memiliki pasangan yang mendukung, segalanya menjadi lebih stabil," ujar Wolff. Ia menambahkan bahwa faktor emosional, personal, dan profesional harus selaras untuk meraih kemenangan.
Hamilton sendiri mengakui dukungan orang-orang terdekat sangat berarti. "Sungguh luar biasa memiliki orang-orang baik di sekitar yang mendukung setiap hari. Kim melakukan itu untuk saya," katanya setelah balapan di Monako. Namun, di balik kebahagiaan, Hamilton juga mengaku sempat terpuruk oleh kritik musim lalu. "Ada saat-saat saya berpikir, 'Mungkin benar bahwa ketika mencapai usia tertentu, kemampuan menurun.' Tapi saya buktikan tidak. Semua butuh kerja keras," ujarnya dengan mata berkaca-kaca di podium.
Kemenangan ini juga memiliki arti penting bagi dunia balap Indonesia. Dengan populasi penggemar F1 yang terus bertambah, prestasi Hamilton di usia 41 tahun menjadi inspirasi bahwa batas usia bukanlah halangan. Di Indonesia, di mana olahraga balap mulai mendapat perhatian lebih, kisah Hamilton bisa menjadi motivasi bagi pembalap muda untuk tidak menyerah pada tekanan.
Ke depan, tantangan Hamilton adalah mempertahankan konsistensi. Ferrari saat ini sedang dalam fase kebangkitan, dan kemenangan perdana ini bisa menjadi awal dari dominasi baru. Akankah Hamilton mampu menyaingi rekor-rekor sebelumnya? Atau justru hubungan asmaranya dengan Kardashian akan menjadi distraksi? Publik menanti jawaban di seri-seri berikutnya.