Djokovic Ukir Rekor Baru di Wimbledon, Kalahkan Petenis Kualifikasi
Baca dalam 60 detik
- Novak Djokovic mencatatkan 106 kemenangan di Wimbledon, melewati rekor Roger Federer.
- Petenis Serbia itu harus melewati perlawanan sengit Roman Safiullin yang sempat merebut satu set.
- Djokovic kini selangkah lagi menyamai rekor delapan gelar Wimbledon milik Federer.

Novak Djokovic memastikan tempat di perempat final Wimbledon untuk kesembilan kalinya berturut-turut, sekaligus memecahkan rekor kemenangan tunggal putra terbanyak di turnamen tersebut. Dalam laga yang berlangsung di Centre Court, Minggu (7/7), unggulan kedua itu menundukkan petenis kualifikasi asal Rusia, Roman Safiullin, dengan skor 7-6 (8-6), 6-3, 3-6, 6-3.
Kemenangan ini menjadi yang ke-106 bagi Djokovic di lapangan rumput All England Club, melampaui catatan Roger Federer yang sebelumnya memegang rekor dengan 105 kemenangan. Kini Djokovic hanya tertinggal dari Martina Navratilova yang mengoleksi 120 kemenangan di nomor tunggal putri. Pencapaian ini semakin mengukuhkan statusnya sebagai salah satu legenda hidup tenis dunia.
Namun, perjalanan Djokovic menuju rekor tersebut tidak berjalan mulus. Safiullin, yang berada di peringkat 132 dunia, tampil tanpa beban dan mampu memberikan perlawanan sengit. Petenis berusia 28 tahun itu bahkan berhasil merebut set ketiga setelah memanfaatkan penurunan konsentrasi Djokovic yang sempat mendapat peringatan karena mengumpat keras dan nyaris terkena sanksi akibat melempar bola ke arah tribun penonton.
Safiullin, yang sebelumnya menangis haru setelah mengalahkan Joao Fonseca di babak ketiga, menunjukkan ketangguhan luar biasa. Ia sempat menjalani medical timeout karena masalah pada kaki kirinya di set ketiga, namun tetap mampu memenangi set tersebut. Ini adalah set pertama yang diraih Safiullin dalam empat pertemuan melawan Djokovic di level tur. Sayangnya, ia gagal mempertahankan momentum dan akhirnya menyerah di set keempat.
Bagi Djokovic, pertandingan ini menjadi ujian lain dalam perjalanannya menuju final. Dari empat laga yang ia jalani di Wimbledon tahun ini, tiga di antaranya harus diselesaikan dalam empat set. Meski demikian, petenis Serbia berusia 37 tahun itu tetap percaya diri menjelang perempat final, di mana ia akan menghadapi pemenang antara Felix Auger-Aliassime dan Alejandro Davidovich Fokina.
Bagi penggemar tenis di Indonesia, pencapaian Djokovic menjadi pengingat akan dominasinya di era modern. Dengan rekor demi rekor yang terus dipecahkan, ia sejajar dengan legenda seperti Federer dan Rafael Nadal. Pertanyaan besarnya kini: mampukah Djokovic mempertahankan performa dan merebut gelar kedelapan di Wimbledon, sekaligus mengukuhkan diri sebagai petenis terhebat sepanjang masa?



