Buru Gelandang, Manchester United Incar Andrey Santos di Tengah Krisis Lini Tengah
Baca dalam 60 detik
- Manchester United mengalihkan target ke Andrey Santos setelah gagal merekrut Elliot Anderson dan Mateus Fernandes, serta kehilangan Casemiro dan Manuel Ugarte karena cedera.
- Krisis gelandang memuncak dengan hanya Mason Mount sebagai senior yang tersedia untuk pramusim, memaksa United mempertimbangkan opsi mahal seperti Ederson, Alex Scott, atau Tyler Adams.
- Situasi ini menguji strategi transfer baru klub di bawah Sir Jim Ratcliffe yang ingin menekan gaji, sementara bursa transfer semakin kompetitif.

Manchester United kembali membidik gelandang Chelsea, Andrey Santos, sebagai solusi darurat di lini tengah yang kian kritis menjelang musim baru. Setelah kehilangan Casemiro yang kontraknya berakhir dan Manuel Ugarte yang mengalami cedera lutut parah saat membela Uruguay di Piala Dunia, skuad asuhan Michael Carrick hanya memiliki Kobbie Mainoo sebagai gelandang tengah senior yang tersedia.
Krisis ini diperparah oleh kegagalan berburu target utama. Manchester City sukses mengamankan Elliot Anderson dari Nottingham Forest dengan rekor transfer £116 juta, sementara Tottenham Hotspur memenangi perlombaan untuk Mateus Fernandes dari West Ham United seharga £85 juta. United yang sempat optimistis merekrut Fernandes harus mengakui kekuatan finansial Spurs yang mampu mendongkrak harga hingga di atas £80 juta.
Di tengah tekanan waktu, United telah menyepakati kesepakatan £35 juta dengan Atalanta untuk Ederson. Namun, pemain Brasil itu baru bisa menjalani tes medis setelah Piala Dunia usai dan akan mendapat libur minimal tiga pekan. Artinya, saat pramusim dimulai pada 9 Juli, hanya Mason Mount yang tersedia sebagai gelandang senior—pun ia lebih berperan sebagai pemain ofensif.
Andrey Santos, 22 tahun, menjadi kandidat menarik setelah tampil 43 kali bersama Chelsea musim lalu. Ia dipinjamkan ke Strasbourg di bawah asuhan Liam Rosenior, yang kini telah hengkang. Menurut jurnalis BBC Sport Nizaar Kinsella, sejumlah klub tertarik pada Santos dan pihak pemain terbuka dengan kemungkinan pindah. Harganya diperkirakan sekitar £50 juta—setara dengan profil Casemiro, meski pengalamannya jauh di bawah.
Alternatif lain adalah Tyler Adams dari Bournemouth. Gelandang Amerika Serikat itu jarang menonjol tetapi vital bagi timnya. Meski riwayat cedera lutut dan punggung mengkhawatirkan, Adams tampil penuh di Piala Dunia kecuali laga kontra Turki. Bournemouth mungkin melepasnya dengan harga £40-50 juta, berbeda dengan Alex Scott yang tak dijual dengan harga berapa pun.
Nama lain yang mencuat adalah Felix Nmecha (Borussia Dortmund) dan Carlos Baleba (Brighton). Nmecha, mantan pemain akademi Manchester City, dikenal oleh direktur sepak bola United Jason Wilcox. Namun, sumber internal menyebut belum ada langkah aktif. Sementara itu, minat terhadap Baleba mereda setelah Brighton membanderolnya di atas £100 juta.
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, situasi ini menarik karena menunjukkan betapa sengitnya bursa transfer Premier League. Klub-klub besar seperti United harus berhadapan dengan kekuatan finansial rival, sementara pemain muda berbakat seperti Santos bisa menjadi batu loncatan karier. Jika United gagal mendatangkan gelandang berkualitas, musim depan mereka berisiko kehilangan daya saing di liga domestik dan Eropa.
Dengan jadwal pramusim yang padat—termasuk laga melawan Wrexham, Rosenborg, dan Atletico Madrid—Carrick berharap masalah lini tengah segera tuntas. Pertanyaannya, mampukah United bernegosiasi efektif di bawah kebijakan penghematan gaji Sir Jim Ratcliffe? Atau justru krisis ini akan memaksa mereka membayar mahal untuk pemain seperti Tchouameni yang digaji tinggi?



