London City Lionesses Gaet Bintang Dunia Alexia Putellas: Gebrakan Terbesar Sepak Bola Wanita
Baca dalam 60 detik
- Alexia Putellas, peraih Ballon d'Or dua kali, resmi bergabung dengan London City Lionesses dengan kontrak tiga tahun.
- Kepindahan ini mengejutkan banyak pihak karena London City baru promosi ke WSL, namun mampu bersaing dengan klub elit berkat dukungan pemilik miliarder Michele Kang.
- Kehadiran Putellas diprediksi meningkatkan daya tarik liga, menarik sponsor, dan memperkuat program pengembangan pemain muda di Inggris.

London City Lionesses, klub promosi Women's Super League (WSL), berhasil mengamankan tanda tangan gelandang Spanyol dan dua kali peraih Ballon d'Or, Alexia Putellas, dalam kontrak berdurasi tiga tahun. Langkah ini dinilai sebagai salah satu perekrutan paling fenomenal dalam sejarah sepak bola wanita.
Putellas, 32 tahun, meninggalkan Barcelona setelah 14 tahun membela klub Catalan tersebut. Ia tercatat memenangkan 38 trofi bersama Barcelona, termasuk 10 gelar liga dan empat gelar Liga Champions. Keputusannya untuk bergabung dengan London City, yang baru promosi ke WSL musim lalu, menjadi kejutan besar mengingat banyak klub top dunia mengincar jasanya.
Pemilik London City, miliarder asal Amerika Serikat Michele Kang, secara langsung mengumumkan kedatangan Putellas dalam sebuah acara di New York. Kang, yang juga pemilik klub Washington Spirit di Amerika Serikat, telah berinvestasi besar-besaran untuk membangun klub yang berfokus pada pengembangan sepak bola wanita.
"Saya sangat antusias memulai babak baru bersama London City Lionesses. Ambisi klub dan komitmennya untuk tumbuh sebagai klub independen khusus wanita sangat sesuai dengan nilai-nilai saya," ujar Putellas dalam pernyataan resmi. Ia juga menambahkan keinginannya untuk berkontribusi dalam pengembangan pemain muda dan memajukan sepak bola wanita di Inggris dan dunia.
Kepindahan Putellas ke London City menandai pergeseran kekuatan di WSL. Klub-klub papan atas seperti Chelsea, Arsenal, dan Manchester City kini harus mewaspadai kebangkitan London City yang didukung dana besar Kang. Kang tidak hanya menggelontorkan dana untuk gaji pemain, tetapi juga untuk fasilitas latihan, staf, dan riset medis.
Bagi sepak bola wanita Indonesia, langkah ini menjadi contoh bagaimana investasi serius dapat mengangkat profil klub dan liga. Meskipun sepak bola wanita di Indonesia masih dalam tahap pengembangan, kesuksesan London City bisa menjadi inspirasi bagi klub-klub lokal untuk berani bermimpi besar dan menarik pemain bintang.
"Ini bukan sekadar perekrutan. Ini adalah pernyataan berani tentang masa depan olahraga ini," kata Michele Kang, pemilik London City Lionesses.
Dengan bergabungnya Putellas, London City berharap dapat bersaing memperebutkan tiket ke kompetisi Eropa musim depan. Pertanyaannya, akankah kehadiran satu pemain bintang cukup untuk mengangkat performa tim secara keseluruhan? Atau justru akan menjadi tekanan bagi pemain lain? Hanya waktu yang akan menjawab, namun satu hal pasti: WSL musim depan akan semakin menarik untuk diikuti.



