Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak, Puluhan Warga Mengungsi
Baca dalam 60 detik
- Ledakan sumur minyak tradisional di Aceh Timur memicu kebakaran hebat yang melibatkan lima unit pemadam kebakaran.
- Petugas masih menyelidiki penyebab ledakan, sementara api sulit dipadamkan karena sumur terus mengeluarkan material mudah terbakar.
- Peristiwa ini menyoroti risiko tinggi penambangan minyak ilegal di Indonesia, terutama di daerah rawan seperti Aceh.

Ledakan dahsyat mengguncang sumur minyak tradisional milik warga di Gampong Lhok Lemak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, pada Minggu (5/7) siang. Kobaran api yang membubung tinggi memaksa otoritas setempat mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran untuk menjinakkan amukan si jago merah.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur, AKP Novrizaldi, mengungkapkan bahwa tim pemadam masih berjuang mengendalikan api yang terus berkobar. "Belum diketahui penyebab pasti kebakaran akibat ledakan sumur minyak tersebut," ujarnya kepada Antara. Petugas telah memasang garis pembatas untuk menjauhkan warga dari lokasi yang masih berbahaya.
Proses pemadaman menghadapi tantangan berat karena sumber api berasal dari sumur minyak yang masih menyemburkan material mudah terbakar. Kobaran api yang tak kunjung padam memaksa petugas bekerja ekstra hati-hati untuk mencegah api merambat ke kebun kelapa sawit milik warga di sekitar lokasi. Puluhan warga memadati area aman untuk menyaksikan upaya pemadaman, sementara aparat keamanan terus mengimbau mereka untuk tidak mendekat guna mengantisipasi ledakan susulan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi mengenai korban jiwa, korban luka, maupun besaran kerugian material. Namun, peristiwa ini kembali menyoroti praktik penambangan minyak tradisional yang marak di Aceh Timur. Sumur-sumur ilegal semacam ini kerap beroperasi tanpa standar keselamatan yang memadai, meningkatkan risiko kecelakaan seperti ledakan dan kebakaran.
Menurut data Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh, aktivitas penambangan minyak tradisional telah berlangsung puluhan tahun di wilayah tersebut, melibatkan ribuan warga. Meskipun memberikan lapangan kerja, praktik ini menyimpan bahaya laten. Ledakan sumur minyak bukan kali pertama terjadi; pada 2023, peristiwa serupa di lokasi berbeda menewaskan dua orang dan melukai puluhan lainnya.
Pemerintah daerah dan aparat penegak hukum diharapkan dapat mengevaluasi kembali pengawasan terhadap sumur-sumur ilegal ini. Langkah tegas diperlukan untuk melindungi keselamatan warga dan lingkungan sekitar. Sementara itu, petugas masih berjibaku memadamkan api dan mengisolasi area untuk mencegah dampak lebih luas.
Pertanyaan yang mengemuka: akankah peristiwa ini menjadi momentum bagi pemerintah untuk menertibkan penambangan minyak tradisional yang selama ini dibiarkan? Ataukah ledakan demi ledakan akan terus terulang tanpa solusi jangka panjang?



