Miki Sudo Kukuhkan Dominasi di Kontes Makan Hot Dog Hari Kemerdekaan AS
Baca dalam 60 detik
- Atlet makan profesional Jepang-Amerika Miki Sudo mempertahankan gelar juara wanita untuk ke-12 kalinya di ajang Nathan's Famous Fourth of July, menelan 38,75 hot dog dalam 10 menit.
- Kemenangan ini diraih di tengah gelombang panas ekstrem yang melanda Pantai Timur AS, dengan suhu mencapai 43 derajat Celsius, memaksa sejumlah perayaan Hari Kemerdekaan dibatalkan.
- Prestasi Sudo menjadi sorotan di tahun peringatan 250 tahun AS, menunjukkan daya tarik kontes unik ini yang telah berlangsung sejak 1916 sebagai tradisi imigran.

Miki Sudo, atlet makan profesional asal Tampa, Florida, kembali menorehkan prestasi gemilang dengan memenangkan gelar juara wanita untuk ke-12 kalinya dalam ajang Nathan's Famous Fourth of July Hot Dog Eating Contest di Coney Island, New York, pada Sabtu (5/7/2025). Dalam waktu 10 menit, perempuan berusia 40 tahun itu melahap 38,75 hot dog lengkap dengan rotinya, mengungguli pesaing terdekatnya, Michelle Lesco dari Tucson, Arizona, yang hanya mampu menyantap 22 hot dog.
Kemenangan ini menjadi penegasan dominasi Sudo di kancah kompetisi makan internasional. Meskipun hasilnya lebih baik dibandingkan tahun lalu yang mencatat 33 hot dog, ia masih belum bisa memecahkan rekor pribadinya sebanyak 51 hot dog. Sudo mengaku puas dengan performanya, namun mengakui ada kendala teknis yang memengaruhi ritmenya. Ia menggunakan air panas untuk melunakkan roti agar lebih mudah ditelan, tetapi kemudian menyesali pilihan tersebut. "Jika bisa mengulang, saya akan menggunakan air yang lebih dingin," ujarnya usai pertandingan.
Kompetisi tahun ini terasa istimewa karena bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan Amerika Serikat. Tekanan tampil di momen bersejarah itu, ditambah cuaca panas yang menyengat, menjadi tantangan tersendiri bagi para peserta. "Itulah salah satu alasan saya ingin menang lebih dari sebelumnya," kata Sudo, yang lahir di New York dari ayah Jepang dan ibu Amerika, dan sempat tinggal di Tokyo hingga usia 11 tahun. Gelombang panas bahkan memaksa pembatalan sejumlah perayaan Hari Kemerdekaan, termasuk parade tahunan di Philadelphia dan Washington.
Bagi pengamat, kemenangan Sudo bukan sekadar soal jumlah hot dog. Ia mewakili fenomena atlet makan profesional yang semakin populer di era media sosial. Di Indonesia, meskipun kontes semacam ini belum lazim, tren makanan cepat saji dan budaya kompetisi makan mulai menarik perhatian, terutama di kalangan anak muda. Ajang seperti Nathan's Famous bisa menjadi inspirasi bagi penyelenggara acara serupa di Tanah Air, meskipun perlu disesuaikan dengan nilai gizi dan kesehatan masyarakat.
Ribuan penonton, seperti Steven Lawler (55) dari St. Louis, rela mengantre berjam-jam demi menyaksikan langsung aksi para jawara makan. "Ini cara yang bagus untuk merayakan negara kami. Tidak ada politik, hanya orang-orang yang bersenang-senang," katanya. Pertanyaan selanjutnya, akankah dominasi Sudo berlanjut tahun depan, atau akan muncul penantang baru yang mampu memecahkan rekor? Yang jelas, tradisi imigran yang dimulai pada 1916 ini terus membuktikan daya tariknya lintas generasi.



