Gerindra Bantah Hubungan Prabowo-Jokowi Panas Dingin: Bukti Nyata di Hari Bhayangkara
Baca dalam 60 detik
- Andre Rosiade menegaskan hubungan Prabowo dan Jokowi tetap hangat, merespons momen hormat di upacara Hari Bhayangkara.
- Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi kerenggangan yang beredar di publik.
- Keakraban kedua tokoh dinilai penting bagi stabilitas politik nasional ke depan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Andre Rosiade memastikan bahwa hubungan antara Presiden Prabowo Subianto dan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berada dalam kondisi yang hangat dan erat. Pernyataan ini disampaikan untuk merespons momen ketika Prabowo memberi hormat kepada Jokowi dalam upacara Hari Bhayangkara di Satlat Brimob Cikeas, Jawa Barat, pekan lalu.
Andre, yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Gerindra Sumatera Barat, mengungkapkan bahwa interaksi antara Prabowo dan Jokowi selama acara tersebut menjadi bukti nyata keakraban mereka. โRakyat bisa menyaksikan sendiri betapa hangatnya pertemuan itu,โ ujarnya di kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu (4/7). Menurut Andre, Jokowi kerap mengirimkan salam untuk Prabowo dan jajaran petinggi Gerindra setiap kali mereka bertemu.
Andre menambahkan bahwa dirinya beberapa kali bertemu Jokowi secara tidak sengaja, misalnya di pertandingan sepak bola. โSaya dukung Semen Padang, Pak Jokowi dukung Persis Solo. Setiap bertemu, beliau selalu menyampaikan salam untuk Pak Prabowo dan Pak Dasco,โ tuturnya. Hal ini, menurut Andre, menunjukkan bahwa hubungan antara Partai Gerindra dan Jokowi tetap solid.
Pernyataan Andre sekaligus membantah isu kerenggangan yang sempat mencuat. Ia menegaskan tidak ada istilah hubungan panas dingin antara Prabowo dan Jokowi. โKita tidak usah mendengarkan kabar burung yang tidak benar,โ tegasnya. Sikap hormat Prabowo kepada Jokowi dalam acara tersebut dinilai sebagai bentuk penghormatan kepada mantan presiden yang masih dihormati.
Momen saling hormat antara Prabowo dan Jokowi terjadi saat Prabowo menyalami tamu undangan. Ketika hendak menyalami Jokowi, Prabowo terlebih dahulu memberi hormat yang dibalas oleh Jokowi, baru kemudian berjabat tangan. Adegan ini terekam kamera dan menjadi perbincangan hangat di media sosial.
Keakraban antara Prabowo dan Jokowi menjadi penting dalam konteks politik Indonesia saat ini. Sebagai tokoh yang pernah bersaing dalam pemilu, hubungan baik mereka dianggap dapat memperkuat stabilitas politik nasional. Pengamat menilai bahwa sinyal positif ini perlu dijaga untuk menghindari polarisasi di masa depan.
Ke depan, publik akan terus mengamati apakah hubungan ini akan bertahan dalam dinamika politik yang kerap berubah. Pertanyaannya, akankah momen-momen seperti ini cukup untuk meredam spekulasi yang beredar?



