KLH Gunakan Drone Thermal untuk Deteksi Api Bawah Tanah di TPA Jatiwaringin
Baca dalam 60 detik
- Kementerian Lingkungan Hidup mengerahkan drone thermal untuk memetakan titik api di bawah timbunan sampah TPA Jatiwaringin yang terbakar sejak 30 Juni.
- Kebakaran bawah permukaan sedalam 10 meter mengandung gas metana berbahaya, membutuhkan metode injeksi air bertekanan tinggi oleh Manggala Agni.
- Pemerintah memastikan proyek waste to energy di lahan TPA tidak terganggu, sementara pengangkutan sampah dialihkan ke area kosong seluas 6 hektare.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengerahkan drone thermal untuk melacak titik api yang masih membara di bawah timbunan sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, yang telah terbakar sejak Selasa (30/6). Teknologi pencitraan panas ini menjadi andalan untuk memetakan sebaran suhu di kedalaman hingga 10 meter, mengingat api permukaan mulai padam namun bara di dalam masih aktif.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup, Diaz Faisal Malik Hendropriyono, menjelaskan bahwa pemantauan drone thermal akan dikoordinasikan dengan TNI AU dan pihak bandara untuk menghindari gangguan terhadap operasional helikopter water bombing. "Pemantauan hanya bisa dilakukan pada jam-jam tertentu karena daerah tersebut banyak helikopter yang melintas dan dekat dengan bandara," ujarnya usai meninjau lokasi, Sabtu (4/7). Langkah ini diambil karena karakteristik kebakaran TPA Jatiwaringin menyerupai kebakaran lahan gambut, di mana api bawah permukaan sulit dipadamkan dengan penyiraman dari atas.
Kandungan gas metana (CH4) di dalam timbunan sampah menjadi ancaman serius. Diaz memperingatkan bahwa gas tersebut berpotensi memicu ledakan jika tidak segera ditangani. Untuk mengatasi hal ini, KLH mengerahkan 30 personel Manggala Agni yang ahli dalam pemadaman gambut. Mereka menggunakan metode injeksi, yaitu menyuntikkan air bertekanan tinggi langsung ke titik api di bawah permukaan. Namun, metode ini menghadapi kendala teknis: air yang digunakan harus bersih agar tidak menyumbat pori-pori pipa injeksi. KLH pun meminta pemerintah daerah segera menyediakan pasokan air bersih dari Perumda dengan tekanan tinggi.
Di tengah upaya pemadaman, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid memastikan pelayanan pengangkutan sampah dari seluruh kecamatan tetap berjalan. Sampah dialihkan ke area seluas 6 hektare yang belum terisi di TPA tersebut. "Dari 33 hektare area TPA, ada enam hektare yang belum terisi," tuturnya. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terganggu meskipun sebagian TPA masih terbakar.
Lebih lanjut, Diaz menegaskan bahwa kebakaran ini tidak akan menghambat rencana pembangunan proyek waste to energy (WtE) di lokasi yang sama. Proyek prioritas Presiden tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 5 hektare, ditambah 2 hektare untuk pengelolaan fly ash and bottom ash (FABA). "Tanah yang dialokasikan untuk WtE agar tidak digunakan untuk hal-hal lain," tegasnya. Ke depan, pemerintah harus memastikan bahwa teknologi pemadaman bawah permukaan dapat dioptimalkan dengan pasokan air bersih yang memadai, sekaligus menjaga kelancaran proyek strategis nasional. Akankah koordinasi antara KLH, pemerintah daerah, dan TNI AU cukup untuk mengendalikan api sebelum merembet ke area lain?



