Pramono Anung Resmikan Jembatan Gembok Cinta di Atas Sungai Cideng, Target Ikon Baru Jakarta
Baca dalam 60 detik
- Pemprov DKI membangun tiga hingga empat jembatan kecil di atas Sungai Cideng yang akan difungsikan sebagai tempat pemasangan gembok cinta.
- Proyek ini merupakan bagian dari penataan Jalan HR Rasuna Said sepanjang 3,8 km yang menelan anggaran Rp91 miliar.
- Gubernur Pramono optimistis kawasan tersebut menjadi landmark baru Jakarta, dilengkapi Halte Integritas di depan Gedung KPK.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pembangunan Jembatan Gembok Cinta akan dilakukan di atas Sungai Cideng, tepatnya di kawasan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Proyek ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi menghadirkan ruang publik interaktif yang diharapkan mampu menarik minat warga sekaligus mempercantik wajah ibu kota.
Dalam keterangannya, Pramono menjelaskan bahwa akan dibangun tiga hingga empat jembatan kecil di atas sungai tersebut. Jembatan-jembatan itu nantinya dilengkapi dengan tempat khusus untuk menggantungkan gembok cintaโsebuah tradisi simbolis yang populer di berbagai kota dunia. "Mereka yang memiliki pasangan akan datang ke sana, memasang gembok, dan ini akan menjadi colourful," ujarnya di Jakarta, Sabtu (4/7).
Konsep ini sengaja tidak menggunakan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang sudah ada, melainkan jembatan baru yang didesain khusus. Pramono membayangkan lokasi tersebut akan menjadi destinasi romantis bagi pasangan, sekaligus memperkuat daya tarik kawasan HR Rasuna Said yang baru saja selesai ditata. Di dekat lokasi juga terdapat Halte Integritas yang baru diresmikan di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Penataan Jalan HR Rasuna Said sendiri telah rampung dan diresmikan pada hari yang sama. Proyek senilai Rp91 miliar itu mencakup perbaikan trotoar, pembongkaran 109 tiang monorel yang mangkrak, serta penyesuaian ketinggian elevasi antara jalur cepat dan jalur lambat. Pramono optimistis kawasan ini akan menjadi landmark baru Jakarta. "Saya yakin jalan ini akan menjadi landmark baru bagi Jakarta karena semua orang melihat sekarang jauh menjadi lebih tertata, lebih rapi, bahkan di ujung ada anggrek yang dipasang secara khusus," katanya.
Langkah Pemprov DKI menghadirkan Jembatan Gembok Cinta mengadopsi tren global yang telah sukses di kota-kota seperti Paris (Pont des Arts) dan Seoul (N Seoul Tower). Namun, berbeda dengan jembatan di Paris yang sempat ambruk karena beban gembok berlebih, Pramono memastikan jembatan di Jakarta dirancang dengan konstruksi yang memadai. Meski demikian, pengamat tata kota menilai perlu ada regulasi yang jelas mengenai perawatan dan batas beban gembok agar tidak menimbulkan masalah struktural di kemudian hari.
Bagi warga Jakarta, kehadiran Jembatan Gembok Cinta bisa menjadi alternatif ruang publik baru yang interaktif. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan kebersihan dan keamanan lokasi, mengingat fenomena serupa di beberapa negara sering kali menimbulkan masalah vandalisme atau sampah. Pemerintah pun perlu mengantisipasi potensi keramaian berlebih yang dapat mengganggu lalu lintas di kawasan bisnis Kuningan.
Dengan selesainya penataan HR Rasuna Said dan rencana pembangunan Jembatan Gembok Cinta, publik kini menanti apakah konsep ini benar-benar mampu menjadi daya tarik wisata perkotaan atau sekadar gimik sesaat. Yang jelas, Jakarta terus berbenah untuk menawarkan lebih dari sekadar gedung pencakar langit.



