Kapten Inggris Andalkan Bangku Cadangan Muda untuk Jinakkan Afrika Selatan
Baca dalam 60 detik
- Jamie George memuji semangat pemain pengganti yang minim caps untuk menghadapi juara dunia dua kali.
- Strategi kontras dengan pendekatan Borthwick yang sebelumnya mengandalkan pemain senior sebagai impact player.
- Pertandingan di Ellis Park menjadi ujian nyata bagi regenerasi skuad Inggris di lini depan.

Kapten tim nasional rugby Inggris, Jamie George, memberikan kepercayaan penuh kepada barisan pemain pengganti yang relatif hijau untuk membalikkan keadaan saat menghadapi Afrika Selatan di Johannesburg, Sabtu (4/7). Dengan rekor tiga kekalahan beruntun, Inggris membutuhkan suntikan energi baru di kuarter akhir pertandingan.
Empat pemain depan yang duduk di bangku cadangan—Beno Obano, Asher Opoku-Fordjour, Henry Pollock, dan Guy Pepper—memiliki total caps yang sangat minim, masing-masing 4, 6, 10, dan 12 penampilan internasional. Sementara Charlie Ewels, yang lebih berpengalaman dengan 34 caps, jarang dimainkan dalam tiga musim terakhir.
“Mereka sangat antusias menantikan kesempatan ini,” ujar George kepada Rugby Union Weekly. “Banyak dari mereka sudah lama menunggu momen seperti ini.”
Pollock, pemain flanker berusia 21 tahun, menjadi sorotan publik Afrika Selatan setelah mengunggah foto di pesawat menuju Johannesburg dengan tinju terkepal dan keterangan “see you soon ZA” disertai emoji tetesan darah. Sikapnya yang ekspresif memicu reaksi sebagian pendukung Springbok.
George menegaskan bahwa tim telah menyiapkan rencana permainan yang jelas, berbekal performa impresif saat kalah dari Prancis pada laga sebelumnya. “Kami tidak sekadar melempar mereka ke dalam situasi sulit. Kami memberi pemahaman tentang apa yang harus dilakukan, sehingga mereka bersemangat, bukan takut,” tambahnya.
Strategi ini kontras dengan pendekatan pelatih Steve Borthwick saat Inggris menjalani 12 kemenangan beruntun pada 2025. Kala itu, ia mengandalkan pemain senior seperti Ellis Genge, Will Stuart, dan Tom Curry sebagai pengubah permainan. Namun, cedera yang menimpa Stuart, Fin Baxter, dan Bevan Rodd, serta istirahatnya kapten Maro Itoje, memaksa Borthwick merotasi skuad.
Di sisi lain, Afrika Selatan yang terkenal dengan ‘Bomb Squad’—julukan untuk pemain pengganti tangguh mereka—juga membawa beberapa pemain baru. Jan-Hendrik Wessels, Zach Porthen, dan Cameron Hanekom masing-masing memiliki caps di bawah 10.
Mantan fly-half Inggris, Paul Grayson, yang menjadi komentator di Ellis Park untuk BBC Radio 5 Live, menilai Pollock akan dimainkan lebih awal. “Saya rasa dia tidak akan turun dengan sisa 15 menit, melainkan setengah jam. Itu kesempatan untuk memberikan dampak nyata,” ujarnya. Grayson juga menyoroti lini depan Inggris yang rapuh, namun optimistis Obano bisa tampil maksimal.
Pertarungan di kuarter akhir diprediksi menjadi penentu. Dengan pengalaman minim di kedua kubu, siapa yang mampu mengelola tekanan dan memanfaatkan peluang akan keluar sebagai pemenang.



