Real Madrid dan Klub Premier League Berebut Gelandang Muda Inter, Petar Sucic
Baca dalam 60 detik
- Petar Sucic, gelandang Inter Milan berusia 21 tahun, menjadi incaran Real Madrid dan sejumlah klub Premier League setelah tampil impresif di Piala Dunia 2026.
- Nilai pasar Sucic melonjak dari โฌ15 juta menjadi sekitar โฌ60 juta dalam setahun, menjadikannya aset berharga bagi Inter yang mengikatnya hingga 2030.
- Kehadiran Sucic di lini tengah Kroasia dianggap sebagai penerus Luka Modric, menarik minat klub-klub Eropa yang ingin merekrutnya.

Penampilan gemilang Petar Sucic bersama Kroasia di Piala Dunia 2026 telah mengerek namanya ke level elite. Gelandang Inter Milan berusia 21 tahun itu kini menjadi buruan Real Madrid dan sejumlah klub Premier League, dengan nilai pasar yang meroket hingga mendekati โฌ60 juta.
Menurut laporan media Kroasia Veฤernji yang dikutip CalcioMercato, Sucic menjadi salah satu pemain paling bersinar dalam skuad Zlatko Dalic sebelum tersingkir oleh Portugal. Kontribusinya berupa assist melawan Inggris dan gol ke gawang Ghana, ditambah penampilan konsisten melawan Panama dan Portugal, membuat pelatih Kroasia menganggapnya sebagai pemain yang tak tergantikan. Dalic bahkan disebut telah menempatkan Sucic sebagai fondasi lini tengah Kroasia pasca-era Luka Modric.
Kenaikan reputasi ini langsung berdampak pada harga. Inter Milan hanya mengeluarkan โฌ15 juta untuk memboyongnya dari Dinamo Zagreb setahun lalu. Kini, nilai pasar Sucic diperkirakan sudah menembus โฌ50 juta dan mendekati โฌ60 juta. Klub asal Italia itu memandang Sucic sebagai investasi jangka panjang yang menguntungkan, baik dari sisi performa di lapangan maupun nilai jual kembali.
Musim debut Sucic di Serie A bersama Inter tergolong produktif. Meski awalnya dirancang sebagai masa adaptasi, ia berhasil mencatatkan 50 penampilan di semua kompetisi, menyumbang empat gol dan empat assist. Angka ini menunjukkan bahwa pemain kelahiran 2003 itu mampu beradaptasi cepat dengan sepak bola Italia.
Kontrak Sucic yang masih panjang hingga 2030 dengan gaji relatif rendah membuat Inter berada di posisi tawar yang kuat. Klub tidak terdesak untuk menjual, sehingga calon pembeli harus menyiapkan dana besar jika ingin memboyongnya. Real Madrid, yang dikenal gemar merekrut talenta muda, disebut sebagai salah satu peminat paling serius. Namun, persaingan dari klub-klub Premier League yang memiliki daya beli tinggi juga tak bisa dianggap remeh.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, fenomena ini menarik karena menunjukkan bagaimana Piala Dunia bisa menjadi batu loncatan bagi pemain muda untuk meroket nilainya. Selain itu, ketertarikan klub-klub besar Eropa terhadap pemain berusia 21 tahun seperti Sucic mengindikasikan pergeseran strategi transfer: klub lebih memilih merekrut prospek muda dengan potensi jual tinggi ketimbang pemain mapan yang mahal. Hal ini bisa menjadi pelajaran bagi klub-klub Indonesia dalam mengelola aset pemain muda.
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Inter akan mempertahankan Sucic sebagai pilar masa depan atau memanfaatkan momentum untuk meraup keuntungan besar. Dengan nilai pasar yang terus naik, keputusan di bursa transfer mendatang akan menentukan arah karier pemain yang disebut-sebut sebagai 'Modric baru' ini.



