Sejarah Tercipta: Nippon Ham Fighters Hantam 4 Home Run Beruntun di Babak Pertama
Baca dalam 60 detik
- Nippon Ham Fighters menjadi tim pertama dalam sejarah NPB yang mencetak empat home run beruntun sejak inning pertama, mengalahkan Orix Buffaloes 9-1.
- Prestasi ini melampaui rekor tiga home run beruntun yang sebelumnya dipegang lima klub, menandai dominasi ofensif yang langka.
- Di bawah manajer Tsuyoshi Shinjo, Fighters kini menjadi kandidat kuat gelar Pacific League setelah finis sebagai runner-up musim lalu.

Empat pukulan pertama Nippon Ham Fighters dalam pertandingan Kamis (3/7) langsung berubah menjadi sejarah. Shun Mizutani, Tatsuki Mizuno, Franmil Reyes, dan Chusei Mannami secara beruntun melesakkan home run ke luar pagar Es Con Field Hokkaido, menjadikan tim berbasis di Hokkaido itu sebagai yang pertama dalam sejarah Nippon Professional Baseball (NPB) yang mencatatkan empat home run beruntun sejak awal laga. Kemenangan 9-1 atas Orix Buffaloes pun terasa spesial.
Rekor sebelumnya adalah tiga home run beruntun yang pernah dicapai lima klub NPB. Namun, Fighters melampauinya dengan cara yang dramatis: keempat pukulan terjadi di inning pertama, membuat starter Orix, Kazuma Sato, harus keluar sebelum mencatatkan satu pun out. Manajer Fighters, Tsuyoshi Shinjo, yang dikenal dengan pendekatan tidak konvensional, tak bisa menyembunyikan kegembiraannya. "Saya pikir mungkin tiga orang akan melakukannya, tapi yang keempat juga ikut memukul," ujarnya. "Anda pasti berharap ada yang kelima, kan?"
Mannami, pemain luar berusia 26 tahun yang baru dipromosikan ke posisi cleanup, menjadi pahlawan dengan home run keempat. Ia menghantam slider 2-2 dari Sato ke kiri lapangan, memicu euforia di antara para pendukung Fighters. "Saya hampir tidak percaya," kata Mannami. "Saya bermain dalam situasi yang sangat baik."
Pencapaian ini tidak terlepas dari strategi Shinjo yang mengandalkan talenta lokal. Sejak mengambil alih proyek pembangunan kembali pada 2022, Shinjoโmantan pemain MLBโberhasil membawa Fighters menjadi penantang gelar. Musim lalu mereka finis sebagai runner-up Pacific League di bawah SoftBank Hawks yang akhirnya menjadi juara Japan Series. Kini, dengan rekor ofensif yang memukau, Fighters semakin percaya diri mengejar gelar.
Bagi penggemar bisbol di Indonesia, prestasi ini menjadi pengingat bahwa NPB menawarkan kualitas permainan yang tak kalah dengan MLB. Meskipun bisbol belum sepopuler sepak bola di Tanah Air, momen-momen seperti ini bisa menjadi pintu masuk untuk mengenalkan olahraga ini lebih luas. Apalagi, dengan banyaknya pemain asing seperti Franmil Reyes (Republik Dominika) yang memperkuat tim Jepang, daya tarik global NPB semakin meningkat.
Ke depan, tantangan bagi Fighters adalah menjaga konsistensi. Rekor fantastis di awal pertandingan tidak selalu menjamin kemenangan beruntun, tetapi semangat tim yang dipimpin Shinjo tampaknya sulit dihentikan. Pertanyaan besarnya: mampukah mereka mempertahankan performa ini hingga akhir musim dan merebut gelar Pacific League?



