Jenazah Pilot AS yang Tewas dalam Serangan Separatis Papua Berhasil Dievakuasi
Baca dalam 60 detik
- Pasukan keamanan Indonesia mengevakuasi jenazah pilot Amerika yang tewas setelah kelompok separatis menyerang dan membakar pesawat di Papua Pegunungan.
- Serangan ini menandai eskalasi kekerasan di Papua, dengan kelompok separatis menargetkan pilot asing sebagai bagian dari protes terhadap operasi militer Indonesia.
- Insiden ini memicu seruan internasional untuk dialog resolusi konflik Papua yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Pasukan keamanan Indonesia berhasil mengevakuasi jenazah Nicholas F. Goselin, pilot asal Amerika Serikat yang tewas setelah kelompok separatis bersenjata menyerang dan membakar pesawat yang dikemudikannya di kawasan terpencil Papua Pegunungan, Jumat (3/7). Peristiwa ini menjadi babak baru dalam konflik berkepanjangan antara kelompok separatis Papua dan aparat keamanan Indonesia yang telah menelan banyak korban jiwa.
Goselin, yang bekerja untuk maskapai penerbangan Indonesia PT AMA, dilaporkan tewas pada Kamis (2/7) sesaat setelah mendarat di landasan Ipdeheik, Desa Balinggama, Kabupaten Yahukimo. Dalam serangan tersebut, kelompok bersenjata yang mengibarkan bendera Bintang Kejoraโsimbol kemerdekaan Papuaโmengklaim bertanggung jawab melalui video yang disebarluaskan oleh Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB), sayap bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Brigadir Jenderal Riyanto, wakil komandan Operasi Habema, menyatakan bahwa evakuasi melibatkan sepuluh personel dan dilakukan setelah pasukan berhasil mengamankan landasan udara dalam operasi cepat. Pesawat yang membawa satu pilot dan tujuh penumpang itu kehilangan kontak tak lama setelah Goselin melaporkan pendaratan. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Indonesia mengonfirmasi bahwa tujuh penumpang yang merupakan warga sipil Papua, termasuk tiga perempuan, selamat tanpa luka.
Juru bicara TPNPB, Sebby Sambom, menyatakan bahwa pesawat tersebut melanggar larangan penerbangan sipil di zona operasi kelompoknya. Ia menuduh pesawat sipil digunakan untuk mengangkut personel dan logistik militer Indonesia ke pedalaman Papua. Tuduhan ini dibantah keras oleh militer Indonesia yang menegaskan bahwa penumpang adalah warga sipil murni. Sambom juga mendesak Presiden Prabowo Subianto untuk membuka negosiasi internasional guna menyelesaikan konflik Papua yang telah berlangsung selama 64 tahun.
Serangan terhadap pilot asing di Papua bukanlah yang pertama. Pada Februari 2023, pilot Selandia Baru Philip Mark Mehrtens diculik oleh komandan regional OPM, Egianus Kogoya, dan baru dibebaskan pada September 2024. Setahun kemudian, pada Agustus 2024, pilot Selandia Baru lainnya, Glen Malcolm Conning, tewas ditembak setelah mendaratkan helikopter di Mimika. Pola serangan ini menunjukkan bahwa kelompok separatis secara khusus menargetkan pilot asing sebagai bagian dari strategi untuk menarik perhatian internasional terhadap konflik Papua.
Papua, yang merupakan bekas jajahan Belanda, diintegrasikan ke dalam Indonesia pada 1969 melalui jajak pendapat yang disponsori PBB dan banyak dianggap sebagai rekayasa. Sejak itu, konflik bersenjata antara kelompok separatis dan aparat keamanan Indonesia terus berlangsung, dengan eskalasi signifikan dalam setahun terakhir. Puluhan anggota separatis, aparat, dan warga sipil tewas dalam bentrokan. Serangan terhadap pilot asing menambah dimensi baru dalam konflik ini, memicu kekhawatiran akan keselamatan penerbangan sipil di wilayah tersebut.
Pemerintah Indonesia belum memberikan komentar resmi terkait seruan negosiasi internasional. Sementara itu, Kedutaan Besar AS di Jakarta belum mengeluarkan pernyataan. Pertanyaan yang kini mengemuka adalah apakah insiden ini akan mendorong tekanan diplomatik lebih besar terhadap Indonesia untuk menyelesaikan konflik Papua, atau justru memperkuat pendekatan keamanan yang selama ini diterapkan.



