Jersey Norwegia Ludes Terjual, Dukung Timnas di Piala Dunia 2026
Baca dalam 60 detik
- Permintaan jersey timnas Norwegia melonjak drastis setelah lolos ke babak 16 besar Piala Dunia 2026, menyebabkan kelangkaan di toko-toko.
- Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia menyebut masalah ini sebagai 'masalah mewah' yang harus segera diatasi, dengan produksi yang belum mampu mengejar permintaan.
- Fenomena ini menunjukkan euforia publik Norwegia yang sudah lama tidak merasakan Piala Dunia, sekaligus menjadi pelajaran bagi negara lain dalam mengelola rantai pasok merchandise.

Pertandingan sengit antara Norwegia dan Brasil di babak 16 besar Piala Dunia 2026 tidak hanya menyedot perhatian di lapangan, tetapi juga memicu fenomena unik di luar stadion: jersey timnas Norwegia ludes terjual di pasar domestik, membuat ribuan suporter kesulitan mendapatkan atribut kebanggaan mereka.
Presiden Federasi Sepak Bola Norwegia, Lise Klaveness, yang hadir di tribun saat timnya mengalahkan Pantai Gading, terlihat mengenakan jersey merah andalan di balik jasnya. Namun, di balik kemenangan itu, masalah distribusi membuat banyak penggemar di tanah air harus antre panjang atau pulang dengan tangan kosong. Menurut laporan TV2, toko-toko yang kebagian stok langsung diserbu, dan rak-rak kosong dalam hitungan menit.
"Permintaannya gila-gilaan, ini yang teraneh yang pernah saya lihat, luar biasa," ujar Anders Lilleberg, manajer toko olahraga di Oslo, kepada TV2. Ia menyesalkan tidak bisa melayani semua pelanggan yang ingin membeli jersey Norwegia. Klaveness sendiri menyebut situasi ini sebagai "masalah mewah" yang harus segera dicarikan solusi, baik dari sisi produksi maupun distribusi.
Euforia ini tidak lepas dari status Norwegia yang lama absen dari panggung Piala Dunia. Terakhir kali mereka tampil di turnamen ini adalah pada 1998 di Prancis. Kini, dengan striker elite Erling Haaland sebagai ujung tombak, antusiasme publik meledak. Tak hanya di dalam negeri, permintaan jersey juga mengalir dari luar Norwegia, menambah tekanan pada rantai pasok yang sudah kewalahan.
Fenomena ini mengingatkan pada momen serupa di Indonesia saat timnas Garuda berlaga di Piala Asia atau SEA Games, di mana jersey resmi seringkali langka dan diburu kolektor. Perbedaan utama terletak pada skala dan durasi: Piala Dunia adalah ajang global dengan lonjakan permintaan yang lebih ekstrem dalam waktu singkat. Bagi Indonesia, yang tengah giat mengembangkan sepak bola nasional, kasus Norwegia menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya kesiapan logistik dan produksi merchandise saat tim sukses besar.
Klaveness menegaskan bahwa masalah ini harus segera diatasi, terutama jika Norwegia berhasil melaju lebih jauh. "Ini masalah mewah, tapi masalah mewah yang harus kami selesaikan," katanya. Pertanyaannya, akankah produsen mampu mengejar permintaan sebelum pertandingan melawan Brasil? Atau justru kelangkaan ini akan semakin menambah gengsi jersey tersebut sebagai barang koleksi? Yang jelas, euforia Piala Dunia telah menciptakan cerita unik di luar lapangan yang patut dicermati.



