Olivia Wilde: Percakapan Sulit Kunci Hubungan Sehat, Bukan Sekadar Drama
Baca dalam 60 detik
- Aktris Olivia Wilde menekankan pentingnya dialog terbuka dan jujur untuk mempertahankan hubungan jangka panjang, berdasarkan pengalaman pribadinya.
- Film terbarunya, The Invite, mengangkat tema konflik rumah tangga yang dipicu oleh percakapan sulit, dibintangi Seth Rogen dan Penelope Cruz.
- Wilde mengaku momen perpisahan dengan Jason Sudeikis terjadi setelah percakapan pahit di hari ulang tahunnya, yang menjadi titik balik hubungan mereka.

Olivia Wilde, aktris dan sutradara berusia 42 tahun, kembali menyuarakan pandangannya bahwa hubungan asmara yang langgeng membutuhkan keberanian untuk melakukan percakapan sulit. Menurutnya, menghindari konflik justru akan memperlemah ikatan pasangan, sebuah pesan yang ia tuangkan dalam film terbarunya, The Invite.
Dalam wawancara dengan People, Wilde mengakui bahwa mempertahankan hubungan dengan satu orang dalam waktu lama terasa hampir mustahil tanpa adanya dialog jujur mengenai masalah yang ada. “Hubungan itu sulit. Rasanya mustahil, kadang-kadang, untuk mempertahankannya jika kalian tidak melakukan percakapan sulit yang menjadi inti film ini,” ujarnya. Film The Invite mengisahkan pasangan suami istri Angela dan Joe, diperankan Wilde dan Seth Rogen, yang terpaksa menghadapi problem rumah tangga setelah mengundang tetangga bebas—Pina (Penelope Cruz) dan Hawk (Edward Norton)—untuk makan malam.
Pernyataan Wilde ini bukan sekadar teori. Ia sendiri telah melalui tiga hubungan publik yang berakhir: pernikahan dengan Tao Ruspoli (2003–2011), kemudian hubungan dengan Jason Sudeikis (2011–2020), dan kisah cinta dengan Harry Styles (2021–2022). Dari pengalaman pahit itulah ia belajar bahwa keterbukaan adalah fondasi yang tak bisa ditawar.
Momen paling dramatis yang diungkap Wilde terjadi dalam episode podcast Call Her Daddy bersama Alex Cooper. Ia mengingat persis tanggal 10 Maret 2020, saat ia dan Sudeikis dalam perjalanan pulang dari pesta ulang tahunnya. “Aku bertanya, ‘Apa kau memberiku kado ulang tahun?’ Dia menjawab, ‘Apa yang harus kuberikan padamu, Olivia? Aku tidak mengenalmu lagi.’ Dan dia tidak salah. Kami sudah tidak saling kenal,” kenang Wilde. Percakapan itu menjadi titik akhir yang jelas: “Ini sudah selesai. Kami akan mengakhiri ini.”
Proses perpisahan publik terasa berat bagi Wilde, terutama saat media menyoroti kebahagiaan Sudeikis bersama pasangan barunya di Costa Rica, sementara ia sendiri harus merawat anak-anak sendirian saat Thanksgiving. “Semua berjalan sebagaimana mestinya. Anak-anak bersamaku. Jason difoto bersama pacarnya di pantai, dan pers berkata, ‘Yay, dia tampak bahagia. Indah sekali,’” ujarnya dengan nada getir.
Bagi pembaca di Indonesia, kisah Wilde mengingatkan bahwa tekanan sosial dan ekspektasi publik terhadap hubungan selebriti seringkali tidak sejalan dengan realitas di balik pintu tertutup. Di era media sosial, di mana banyak pasangan muda Indonesia juga menghadapi tekanan untuk tampil sempurna, pesan Wilde tentang pentingnya komunikasi terbuka menjadi relevan. Psikolog klinis dari Universitas Indonesia, Dr. Ratna Djuwita, menilai bahwa “budaya kita cenderung menghindari konflik, padahal justru percakapan sulit yang memperkuat resiliensi hubungan.”
Film The Invite sendiri dijadwalkan rilis tahun ini dan diharapkan memicu diskusi lebih luas tentang dinamika pernikahan modern. Pertanyaan yang tersisa: apakah penonton Indonesia siap menerima pesan bahwa pertengkaran yang jujur lebih baik daripada diam yang manis?



