Arsenal Siap Rekrut Osimhen, Versi Elite Gyokeres di Lini Depan
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan serius mengejar Victor Osimhen sebagai solusi lini depan, dengan nilai transfer sekitar £60 juta.
- Osimhen dinilai lebih lengkap ketimbang Viktor Gyokeres, terutama dalam kontribusi permainan dan pengalaman di liga top Eropa.
- Langkah ini menjadi sinyal ambisi Arsenal mempertahankan gelar, sekaligus menjawab kritik atas performa Gyokeres yang dianggap satu dimensi.

Arsenal dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan mendatangkan Victor Osimhen dari Galatasaray pada bursa transfer musim panas ini. Langkah ini muncul setelah performa Viktor Gyokeres yang dinilai kurang memuaskan di musim keduanya bersama The Gunners, meski sukses menjadi top skor tim dengan 21 gol di semua kompetisi.
Kabar ini mencuat di tengah upaya Arsenal yang sebelumnya gagal mendatangkan pemain sayap kiri seperti Vinicius Junior atau Morgan Rogers. Dengan opsi yang semakin terbatas, manajemen klub London Utara itu kini mengalihkan fokus ke lini depan. Osimhen, yang tengah dipinjamkan ke Galatasaray dari Napoli, dianggap sebagai target realistis dengan banderol sekitar £60 juta—angka yang tergolong murah di tengah inflasi harga pemain, seperti kepindahan Rogers yang mencapai £117 juta.
Perbandingan antara Osimhen dan Gyokeres menjadi sorotan utama. Keduanya sama-sama striker bertipe fisik, namun Osimhen dinilai lebih unggul dalam kontribusi permainan. Data dari musim terakhirnya di Napoli menunjukkan ia berada di persentil ke-54 untuk expected threat (xT) dalam build-up, sementara Gyokeres hanya di persentil ke-19. Meski Osimhen juga bukan dribbler ulung, ia lebih efektif dalam memanfaatkan peluang dan memenangkan duel udara.
Pengalaman Osimhen di Serie A menjadi nilai tambah. Ia membawa Napoli meraih scudetto pada 2022/23 dengan 26 gol dalam 32 laga. Sementara Gyokeres, meski tajam di Sporting Lisbon dengan 54 gol pada 2024/25, belum mampu menunjukkan performa serupa di Premier League. Kritik terhadap pemain asal Swedia itu terutama soal kemampuannya dalam memegang bola, sentuhan pertama yang kurang halus, dan minimnya dribel—hanya 0,28 dribel sukses per 90 menit, masuk dalam 10% terburuk di liga top Eropa.
Keputusan Arsenal untuk merekrut Osimhen juga dipengaruhi oleh kebutuhan akan striker yang lebih lengkap. Pelatih Mikel Arteta kerap memilih Kai Havertz di laga krusial, seperti final Liga Champions, karena Gyokeres dianggap kurang berkontribusi dalam permainan tim. Osimhen, dengan fisiknya yang kuat dan naluri golnya, diharapkan bisa menjadi pembeda di lini depan.
Bagi pengamat sepak bola Indonesia, langkah Arsenal ini menarik untuk disimak. Jika transfer ini terwujud, Arsenal akan memiliki dua striker top dengan gaya berbeda, yang bisa menjadi ancaman serius bagi kompetitor di Premier League. Namun, pertanyaannya adalah apakah Osimhen bisa langsung beradaptasi dengan intensitas liga Inggris, atau justru mengulang nasib Gyokeres yang kesulitan memenuhi ekspektasi tinggi.
“Osimhen adalah salah satu striker terbaik di dunia,” ujar gelandang Nigeria, Oghenekaro Etebo, seperti dikutip Football Insider.
Dengan sisa waktu bursa yang masih ada, Arsenal tampaknya serius untuk mengamankan tanda tangan Osimhen. Jika berhasil, ini bisa menjadi pernyataan ambisi yang kuat untuk mempertahankan gelar dan bersaing di pentas Eropa. Namun, jika gagal, Arsenal harus mencari alternatif lain untuk memperkuat lini serang mereka.



